English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Sukses Pemilu 2014 Hanya 60% Setara Partisipasi DPT

Senin, 28 April 2014

Lilik Hariyoso:
"Prestasi KPU Hanya Berhasil Menyenangkan Penguasa, Tidak Bagi Rakyat"

Lilik Hariyoso, Caleg PDIP Dapil 5 terpilih Kembali Duduk di DPRD
Banyaknya kesalahan yang terjadi pada Pemilu (Pemilihan Umum) 2014 kali ini terutama di banyak daerah di Indonesia menjadi catatan tersendiri bagi penyelenggara pemilu, termasuk bagi para peserta pemilu terutama tokoh parpol (partai politik) dan para caleg (calon legislatif).

Baik caleg yang menang maupun caleg yang kalah mereka hampir mempunyai pengalaman yang sama tentang tingkat keberhasilan penyelenggaraan pemilihan umum kali ini, bahwa keberhasilan pemilu salah satu indikatornya adalah dilihat dari keikutsertaan rakyat dimana dalam hal ini yang tercatat dalam DPT (Daftar permilih Tetap). Mereka semua sepakat keikut sertaan rakyat yang hanya mencapai 60% adalah bukti tidak maksimalnya kinerja KPU pada pemilu kali ini.

Sebagai dimulai dari pendataan DPT sendiri saja, KPU termasuk gagal menjalankan UU Pemilu atau Peraturan KPU (PKPU) yang sudah jadi juklak (Petunjuk Pelaksanaan)nya. Kesimpangsiuran serta tidak validnya DPT yang dipergunakan pada pemilu kali ini menunjukkan KPU tidak melakukan upaya perencanaan yang baik.


Seharusnya DPT sudah divalidasi atau direvisi dan koreksi selambat-lambatnya 1 tahun sebelum pelaksanaan pencoblosan. Karena dari masa satu tahun itulah pihak pemerintah akan merencanakan penganggaran untuk menggelontorkan dana kebutuhan logistik yang jadi pekerjaan rumah KPU. Namun hal ini tidak bisa direalisir oleh KPU.

Lilik Hariyoso, S.Sos, Caleg PDIP Dapil 5 Raih 6.230 suara
Lilik Hariyoso, caleg PDIP dari daerah pemilihan (dapil) 5 DPRD Kota Bekasi dihubungi hari Sabtu, 26 April 2014 di kediamannya, yang kini termasuk salah satu dari 50 kandidat yang berhasil dan akan duduk di jajaran dewan mengungkapkan bahwa kinerja penyelenggara pemilu kali ini menunjukkan tidak mempunyai perencanaan yang baik dan optimal, sehingga banyak sekali dijumpai kesalahan dan ini menimbulkan permasalahan potensial menjurus kepada pengkondisian agar hasil pemilu bisa dimanipulasi menguntungan penguasa di satu daerah bahkan besar kemungkinan di tingkat nasional. Jika mau ditelusuri kinerja buruk KPU yang tidak terencana dengan baik ini dimulai dari awal-awal penentuan DPT hingga puncaknya penghitungan suara setelah masa pencoblosan.

"Rata-rata yang jadi dan berhasil duduk di dewan adalah mereka yang mau bekerja sungguh-sungguh di grass root (akar rumput), apalagi bagi inkamben (incumbent), jika mereka menjaga hubungan dengan konstituen selama mereka duduk di dewan, kemungkinan besar mereka bisa terpilih kembali. Tapi jika hanya duduk manis tak berbuat buat akar rumput, bagaimana mereka bisa dipilih kembali?" beber Lilik Hariyoso yang pada pemilu ini berhasil mendulang 6.230 suara ditambah suara partainya PDIP sehingga mendapat 1 kursi dari dapil 5.

Melihat pengalaman politik dan rekam jejaknya, Lilik Hariyoso memang bisa dibilang politisi handal, gaya berbicara yang penuh diplomasi penampilan yang akrab dan selalu tahu kapan mengatakan tidak atau ya, membuatnya termasuk salah satu tokoh yang asyik diajak bicara. Tapi apakah itu juga yang membuatnya bisa kembali terpilih menjadi wakil rakyat, maka kita harus melihatnya lebih dalam saat dirinya membangun komunikasi dengan akar rumput melalui banyak orang seperti tokoh penting di tingkat lingkungan seperti RT maupun RW tak terkecuali pengurus Kelurahan. Karena hanya dengan menjaga hubungan baik dengan mereka, maka apa yang kita harapkan bisa dimengerti dan ditangkap oleh mereka, demikian ungkapnya tentang bagaimana seharusnya seorang tokoh masyarakat menjaga konstituen.
Ketidakcermatan perencanaan dan ketidakseriusan menangani penyelenggaraan pemilu adalah bentuk kegagalan KPU dalam bentuk kualitas pemilu kali ini.

Bukan hanya partisipasi rakyat dari segenap lapisan yang tidak sesuai dengan harapan, tapi juga kesiapan teknis para pengelola pemilihan umum yang terseok-seok sehingga membuka celah bagi setan untuk kepentingan kelompoknya dan pada akhirnya mereka yang dirugikan akan melakukan perlawanan secara hukum. Hal ini berarti jadi pekerjaan besar MK (Mahkamah Konstitusi) yang kali sudah menerima sedikitnya 2000-an kasus pemilu yang tak mungkin bisa diselesaikan hingga akhir tahun ini dimana penggantian masa jabatan anggota parlemen dan penentuan pemilihan presiden 2014.

Bukankah ini bisa menimbulkan kecurigaan bahwa ada rekayasa besar dari pihak penguasa yang tak terlihat yang sengaja membiarkan penyelenggaraan pemilu yang legal dan konstitusional berjalan tersendat-sendat.

Sepertinya bangsa Indonesia yang telah 68 tahun merdeka ini memang belum cukup umur untuk bisa menikmati kemerdekaan sejati dimana memilih pemimpin yang sesuai dengan keinginan atau mau mengerti kebutuhan rakyatnya, tentunya dengan cara yang JURDIL (jujur, adil) dan LUBER (langsung, umum, bebas dan rahasia).

Dan sepertinya kejujuran serta keadilan belum bisa dijumpai pada pemilu kali ini, karena disinyalir masih banyak sekali terjadi kesalahan yang berpotensi akan kecurangan. Mungkin pemilu 2014 ini baru memenuhi kriteria "langsung" dari slogannya JURDIL & LUBER.

JURDIL & LUBER

Bagaimana pemilu kali ini bisa dibilang Jurdil dan Luber jika pokok-pokok berikut belum semuanya terpenuhi.

1. Pemilu 2014 belum JUJUR, karena masih banyak didapati ketidakjujuran para penyelenggara pemilu dan peserta pemilu mulai dari penentuan DCS hingga menjelang hari akhir pencoblosan, tidak perduli partai apa pun mereka. Jadi apakah layak hasil pemilu kali ini semuanya diklaim sebagai orang yang jujur dan pantas diberi amanah jadi wakil rakyat, jika ketidakjujuran masih dominan di semua lapisan?

2. Pemilu 2014 belum ADIL, karena masih banyak ditemui kecurangan yang merugikan pihak lainnya bahkan terkadang rakyatpun dirugikan dengan cara berkampanye politik yang bersifat transaksional.

3. Pemilu 2014 belum LANGSUNG? Bisa jadi beberapa daerah mungkin sudah bisa melakukan pencoblosan yang langsung tanpa perantara dalam menentukan calon wakil rakyat. Namun jika diperhatikan ada beberapa daerah di Jawa Barat, Jawa Tengah, Sumatera seperti kepulauan Nias, atau beberapa provinsi di Indonesia bagian timur seperti Sulawesi dan lainnya masih terjadi pemilu yang tidak langsung. Malah ada beberapa kasus dimana surat suara didapati sudah dicoblos dan dengan sengaja dimasukkan ke dalam kotak suara untuk dihitung. Kasus di pulau Nias bahkan sempat direkam kamera ponsel dan ditayangkan oleh televisi swasta, metroTV secara nasional. Sungguh ini satu bentuk pelecehan kepada pemilu oleh sebagian bangsa ini.

4. Pemilu 2014 belum UMUM. Hal ini bisa dilihat dari keikutsertaan seluruh rakyat yang sudah punya hak pilih masih belum maksimal, karena pihak KPU sendiri sudah mengeluarkan data bahwa hanya sekitar kurang lebih 60% dari DPT yang datang ke TPS di seluruh Indonesia. Sungguh ini angka yang mengecewakan meskipun tidak sedikit pihak yang mengatakan pemilu ini katanya lumayan lebih baik. Padahal bisa jadi ini adalah pemilu yang paling besar ketidakikutsertaan pemilihnya, dan itu bukan katanya-katanya.

5. Pemilu 2014 belum BEBAS, karena masih saja dijumpai beberapa warga masyarakat yang diancam jika mereka tak memilih caleg atau partai tertentu maka mereka akan mendapat kesulitan. Penulis memang masih memerlukan data yang membuktikan fakta ini, namun tidak semua saksi dan mereka yang diancam berani menjadi narasumber.

Penandatanganan Pleno Rekap Penghitungan Suara KPUD Kota Bekasi
6. Pemilu 2014 belum RAHASIA, karena masih saja ada pihak-pihak tertentu yang memberikan ancaman kepada sebagai rakyat kecil bahwa jika mereka tidak memilih caleg atau partai tertentu, maka akan dengan mudah dideteksi oleh pihak melalui kerjasama dengan penyelenggara. Hal ini membuktikan bahwa ketidaktahuan rakyat kecil tentang kebebasan dan kerahasiaan memilih adalah hak pribadi semua orang yang tak bisa diganggu oleh siapapun. Lalu mengapa masih ada yang ketakutan, karena penyelenggara tidak pernah melakukan sosialisasi bahwa pemilu itu bersifat bebas dan rahasia, dimana setiap warga negara punya hak bebas dan rahasia memilih siapapun tanpa tekanan. KPU dan jajarannya tidak berhasil melakukan pencerahan kepada para pemilihterutama rakyat kecil, sehingga peristiwa ancaman dan intimidasi pihak tertentu itu terjadi. Sekali lagi penulis sudah sedang mengumpulkan bukti-bukti ancaman ini saat tulisan ini dipublikasikan.

Jadi apakah menurut Anda pemilu 2014 sudah JURDIL dan LUBER?

SidikRizal - webrizal.com


BIODATA CALEG DPRD KOTA BEKASI
DAPIL 1 PDIP NO.URUT 1

Nama lengkap : H.LILIK HARIYOSO, S.SOS
N.I.K. 3275011801600009
Tempat/Tgl Lahir : PD.BRAHRANG / 18-01-1960
Jenis kelamin : Lelaki
Agama : ISLAM
Status : KAWIN
Nama Istri : HJ.NURIYATI
Jumlah Anak : 3

Alamat Rumah :
JL.KUSUMA TIMUR RAYA C7 NO.13
RT.001 RW.003
KEL AREN JAYA
BEKASI TIMUR
KOTA BEKASI
Prov. JAWA BARAT

Pendidikan terakhir : S1
Pekerjaan : ANGGOTA DPRD KOTA BEKASI
Penandatanganan Saksi Hasil Pleno perhitungan Suara KPUD Kota Bekasi

Perbedaan Karakter Caleg Menang dan Kalah di Pemilu

Sabtu, 26 April 2014

APAKAH SUDAH BENAR CARA PENGHITUNGAN PILEG KALI INI ATAU PEMILU KALI INI HANYALAH PILPAR BUKAN PILEG?

Bergaul dengan para caleg jauh hari sebelum pencoblosan 9 April lalu dan membandingkannya dengan setelah penetapan pengumuman siapa caleg yang memperoleh kursi di dewan, maka ada beberapa teori yang bisa saya ambil untuk memberikan definisi tertentu bagi para calon peserta pemilu (pemilihan umum) dan bisa dijadikan bahan pelajaran di masa mendatang.


Perbedaan mendasar dari para petarung pada pemilihan umum tahun 2014 ini ada pada karakter pribadi dan sosial setiap individu caleg maupun calon anggota dewan perwakilan daerah (DPD). Perbedaan mendasar atas mereka yang berhasil memperoleh kursi dan yang gagal memeproleh kursi pun penulis coba bagi menjadi dua lagi, yakni mereka yang dipengaruhi oleh sistem perhitungan perolehan suara dengan cara BPP (Bilangan Pembagi Pemilih, ada pula yang menyebut Bilangan Pokok Pembagi) dan ada pula yang merasa perlu adanya perubahan mekanisme perhitungan suara dalam menentukan siapa yang pantas dan bisa menduduki kursi dewan.

Pleno Rekapitulasi Suara KPUD Kota Bekasi 22 April 2014
Sebelum membahas tentang apa saja karakter para caleg yang berhasil dan gagal di pemilu, penulis mencoba membahas tentang cara penghitungan perolehan suara dan penghitungan bagaimana seorang caleg bisa memperoleh kursi di dewan. Jadi penulisan dibagi menjadi beberapa bagian, dimulai dari awal penentuan DCS (Daftar Calon Sementara) hingga penentuan DCT (Daftar Calon Tetap) kemudian hingga tahapan bagaimana menentukan BPP setiap dapil (Daerah Pemilihan) dengan berdasarkan DPT (Daftar Pemilih Tetap) yang hadir pada saat pencoblosan pemilu.

Setelah pembahasan itu, maka kita bisa menarik beberapa kesimpulan dengan mengamati reaksi dari para calon wakil rakyat (cawara) terhadap mekanisme proses pemilu mulai dari awal hingga saat pelantikan anggota dewan di parlemen.

Beragam perilaku para cawara ini memang sangat luas, dan sebenarnya pengamatannya tidak bisa hanya dibatasi saat penentuan DCS hingga Pelantikan Anggota Dewan. Karena jika bicara tentang karakter dasar para calon wakil rakyat ini, maka bisa jadi tak ada batasan waktu, bahkan mungkin bisa dimulai sejak mereak lahir yang sering diwacanakan oleh mereka yang mencoba jujur dengan istilah, "Sudah Garis Tangan".

Namun penulis mencoba merumuskan kesimpulan dan membuat sebuah teori sederhana hanya berdasarkan pengamatan para cawara mulai dari waktu penentuan DCS hingga Pelantikan mereka di gedung parlemen. Hal ini dilakukan agar bisa terangkum dalam catatan kecil dan blogs yang saya buat ini.

PENENTUAN DCS (Daftar Calon Sementara)
Pada periode ini, sebenarnya perang antar calon di internal partai sudah terjadi, hanya saja mereka melakukan lobi-lobi tingkat tertentu dan tentunya langkah-langkah politis sudah dimulai jauh-jauh hari sebelum ini, tapi secara gamblang terlihat pada saat partai meminta sebagian calon mengajukan persyaratan dokumen yang valid dan bersifat rahasia.

Ada beberapa calon yang menganggap hal ini sebagai masalah sepele, padahal kenyatannya tidak seremeh itu. Justru pada saat inilah segala cara harus dimainkan, dan tentunya bukan masalah kekuatan finansial saja yang jadi prasyarat utama, lebih dalam daripada hal itu.

Ilustrasi #1:
Seorang teman sebut saja bernama Andi Firman (bukan nama sebenarnya, tapi sosoknya nyata) adalah tokoh besar di Kota Bekasi, dan katakanlah dia pernah dua kali menjadi kandidat calon walikota Bekasi. Karena aksesnya tidak hanya terbatas satu partai, dia bisa saja leluasa berangkat memilih partai manapun yang dia suka untuk menjadikannya sebagai kendaraan politik. Perjalanan karir politiknya terbilang cukup dikenal oleh publik, terutama di kalangan politisi.

Andi Firman (sekali lagi saya sampaikan bukan nama sebenarnya, dan jangan dipadan-padankan dengan nama satu tokoh populer di kota Bekasi, bisa jadi Anda salah besar, OK?) memiliki banyak usaha di samping ayahnya adalah tokoh Bekasi yang juga punya nama besar. Tak sedikit sekolah menengah dan perguruan tinggi yang didirikannya berdasarkan namanya, dan usahanya pun terbilang cukup lancar untuk sekelas Kota Bekasi maupun Kabupaten Bekasi. Sayang perjalanan karir politiknya seperti memasuki medan perang tanpa peta, alias bermodalkan peta buta.

Sebagai orang yangcukup terpandang dan punya banyak harta, memang sudah cukup bagi Andi Firman, tapi ternyata kiprahnya menghadapi banyak masalah, kalau tak mau gagal terus dalam karir politiknya, kalau boleh dihitung sudah lebih 15 tahun sejak Bekasi berubah bentuk pemerintahan jadi kota administratif, kotamadya dan kini Kota Bekasi.

Terakhir, perjalanan Adi Firman akan menjadi anggota DPR dari satu partai baru yang telah berusia lebih dari 5 tahun. Sebelumnya Andi Firman memang mencoba peruntungannya di partai Golkar, namun persaingan dengan sesama putra daerah di partai kuning itu cukup ketat dan membuatnya mengambil jalan untuk pindah keluar dan mencari partai lainnya yang bisa mengangkutnya meraih ambisi politiknya.

Pencalonan dirinya menjadi walikota dan bupati di Bekasi, sudah bukan menjadi rahasia lagi, Kegagalannya pun tak membuatnya jadi surut untuk terus bermain politik. Terakhir dia malah mencoba melakukan beberapa manuver politik untuk menjadi Ketua Umum Dewan Pimpinan Cabang partai baru di Kota Bekasi. Dan sekali lagi langkah politiknya itu kandas di tengah jalan, karena kurangnya akses dengan pengurus DPP (Dewan Pimpinan Pusat) Partai yang mengusung purnawirawan jenderal menjadi capres itu.

Andi Firman tak mengerti bahwa ada peranan God Father dalam jalur partai politikyang masih mengutamakan rantai komando itu. Andi Firman terlalu naif sehingga tak jarang dia menjadi korban penipuan.

(tulisan ini berlanjut....)


Apakah Rahasia Kemenangan Caleg Golkar Daryanto Lim?

Selasa, 22 April 2014

Dariyanto Persering Bhakti Sosial Demi Warga Miskin

Dariyanto, S.Kom saat diwawancarai wartawan di acara Pengobatan Gratis
Mewawancarai caleg sibuk yang rajin sekali menyambangi konstituennya dengan beragam kegiatan bhakti sosial ini memang agak sulit, namun dengan sedikit waktu dan mau mendatangi tempat kerja Dariyanto, S.Kom di sebuah sekolah swasta populer di wilayah kecamatan Bekasi Timur, maka kita bisa menyapanya dan meminta waktunya untuk berbincang langsung tanpa masalah.

Bhakti Sosial (05/April/2014) yang kini sedang dilakukan di salah satu kantor RW kelurahan Rawa Semut oleh Dariyanto, caleg Golkar bernomor urut 3 dapil Bekasi Timur. Dariyanto menyatakan dirinya dibantu langsung oleh keluarga dan istrinya yang kebetulan juga adalah seorang dokter umum, Dr. Libriyanti.

Pengurus RW 09 Kelurahan Rawa Semut
Penyelenggaraan bhakti sosial ini ditanggapi oleh pengurus RW 03 kampung Rawa Semut dengan antusias, bahkan dengan nada bercanda caleg golkar ini punya kans besar untuk jadi anggota DPRD Kota Bekasi, karena jika ada kampanye dan pembagian bingkisan bhakti soisal baik itu berupa pengobatan gratis, dirinya selalu berkampanye, "Saya selalu bilang kepada banyak orang yang bertanya, 'Ini sumbangan sosial darimana?' maka saya jawab; 'Dari.... yanto'," paparnya disambut gelak tawa beberapa wartawan.

Spanduk Dariyanto, S.Kom.
Dariyanto sendiri menjelaskan bahwa hanya bentuk bhakti sosial seperti pemberian pengobatan gratis yang bisa dia lakukan beberapa hari sebelum pelaksanaan pemilu 9 April. "Saya sebenarnya dibantu oleh istri saya sendiri, karena hanya dengan cara ini saya bisa berinteraksi langsung dengan para konstituen, dan saya tahu hal ini tidaklah melanggar aturan kampanye. Pihak Panwaslu pun mengawasi kegiatan ini secara langsung," cerita lelaki yang suka berfilsafat ini di sela keramaian warga yang menyambut baik acara ini.

Jumlah warga yang mendatangi acara ini tak kurang dari 100-an warga yang kebanyakan dari kalangan ekonomi lemah, dan mereka sangat antusias dengan pemberian obat gratis disamping pemeriksaan langsung oleh seorang dokter profesional, dr. Libriyanti yang memilik klinik pengobatan di Jl. Agus Salim, Bekasi Timur.

Dariyanto di tengah warga yang antusias sambut pengobatan gratis
Cara sosialisasi yang dilakukan oleh Dariyanto, memang bisa dibilang sangat efektif menarik simpati warga perkampungan. Apalagi caleg muda, Dariyanto terbilang sangat rajin melakukan kegiatan sejak tahun 2013 tepatnya ketika namanya masuk dalam DCT (Daftar Calon Tetap) DPRD Kota Bekasi dapil 1 Bekasi Timur.

Bukan hanya bhakti sosial pemberian pengobatan gratis, saat musim banjir di akhir tahun 2013 lalu, tak sedikit Dariyanto melakukan pemberian bantuan sosial kepada warga baik yang tinggal di perumahan maupun perkampungan yang dilanda banjir terparah selama 10 tahun terakhir di Kota Bekasi.

Bukan berarti caleg Golkar lainnya tidak melakukan hal yang sama, namun sepertinya hanya Dariyanto yang paling sering menyambangi warga di kecamatan Bekasi Timur secara langsung meskipun dia harus mengendarai sepeda motornya saat banjir lalu, jika dibandingkan dengan inkamben caleg partai Golkar seperti Drs. H.Rosihan Anwar. Adapun caleg Golkar lainnya di dapil Bekasi Timur 1 yang juga termasuk sering melakukan program pengobatan gratis adalah Hj. Wiwiek Hilwiyah Arief meski tidak sesering yang dilakukan Dariyanto, S.Kom.

Dariyanto dibantu sang istri dr.Libriyanti berikan layanan pengobatan gratis
Apa yang dilakukan oleh Dariyanto ini telah berbuah manis dimana dirinya telah berhasil mengumpulkan suara hingga 6.228 suara jauh meninggalkan inkamben Drs. H. Rosihan Anwar yang diperkirakan oleh banyak pihak akan mendapatkan kursi. Tapi siapa sangka garis tangan sudah ditentukan bahwa politisi muda beragama Budha ini telah berhasil berlenggang ke kursi DPRD Kota Bekasi bersama 5 caleg lainnya, salah satunya adalah Ronny Hermawan dari partai Demokrat.

Dariyanto tetap layani wartawan saat sibuknya
Saat berita rekapitulasi penghitungan suara calon DPRD Kota Bekasi 22 April 2014 lalu dari 6 kursi yang diperebutkan, memang Bekasi Timur mendapatkan 6 caleg dari 6 partai yang berhasil duduk di dewan. Berikut ini urutan perolehan suara di Bekasi Timur:
1. Lilik Hariyoso (6.230) PDIP
2. Dariyanto (6.228) Golkar
3. H. Epi Susanto (4.228) Gerindra
4. Ronny Hermawan (3.568) Demokrat
5. Thamrin Usman (3.509) Hanura
6.  M. Kurniawan (2.568) PKS

Dariyanto mengawasi jalannya acara pengobatan gratis di Rawa Semut
BIODATA Caleg
DPRD Kota Bekasi
DAPIL 1 Bekasi Timur
Caleg Golkar Nomor Urut 3

Nama Lengkap: DARIYANTO, S.KOM
N.I.K.: 3275010305750027
Tempat/Tgl Lahir : JAKARTA / 03-05-1975
Jenis Kelamin : Lelaki
Agama : BUDHA
Status : KAWIN
Nama Istri : Dr. LIBRIANTI
Jumlah Anak : -

Alamat Rumah: JL.MEKAR SARI NO.26
RT.03 RW.03
Kel. BEKASI JAYA
Kec. Bekasi Timur
Kota Bekasi
Prov Jawa Timur

Pekerjaan : WIRASWASTA

Ini Dia Caleg yang Berulang Tahun Saat Pemilu 9 April Nanti

Jumat, 10 Januari 2014

Berbisnis Layanan Kebersihan Awal dari Pengabdiannya

Antonius, SE. Caleg Gerindra No.2 DPRD Kota Bekasi Dapil 1 - Bekasi Timur
Antonius, SE, Caleg Gerindra No.2 Bekasi Timur
Kebersihan lingkungan adalah satu kebutuhan dasar warga masyarakat modern baik di perkampungan maupun di perkotaan, dengan kata lain disebut dengan salah satu kebutuhan masyarakat madani (one of civil society need).

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi terpenuhinya kebutuhan tersebut, pertama faktor kesadaran kolektif warga sebagai anggota masyarakat untuk menjaga kebersihan, tidak membuang sampah sembarangan dan memperhatikan segala aspek lingkungan.


Antonius, SE. Caleg Gerindra No.2 DPRD Kota Bekasi Dapil 1 - Bekasi Timur
Antonius, SE, Caleg Gerindra No.2 Bekasi Timur
Yang kedua faktor kebijakan penguasa atau mereka yang diberi amanah kekuasaan mengatur lingkungan dalam hal ini mulai dari level terendah pengurus RT, RW, Kelurahan hingga Pemda melalui instansi terkait, termasuk pemerintah pusat dalam menentukan kebijakan nasional.

Serta faktor ketiga yakni peranan stake holder seperti para pengusaha yang ambil bagian dalam masalah menjaga kelestarian dan kebersihan lingkungan warga.

Sebagai liputan kali ini, kami mengambil wilayah Bekasi Timur, tepatnya kelurahan Duren Jaya yang masih seringnya mengalami bencana tahunan setiap kali memasuki musim hujan. Penyebab banjir yang dialami warga sekitar memang disebabkan oleh banyak hal, salah satunya adalah kebiasaan buruk warga masyarakat yang tidak memperhatikan kebersihan lingkungan dan kerap membuang sampah tidak pada tempatnya. Kesadaran untuk membuang sampah pada tempatnya dirasa perlu untuk digalakkan, sehingga mengurangi faktor penyebab tersumbatnya saluran air mulai dari got, riol hingga kali yang banyak mengitari beberapa komplek perumahan di wilayah kelurahan ini.

Itulah sebabnya, Antonius SE, salah satu caleg dari Partai Gerindra merencanakan akan membuat program bersih lingkungan dengan memberikan penyadaran betapa pentingnya peduli kepada lingkungan dengan menjaga kebersihan dan memperhatikan dimana kita seharusnya membuang sampah.

"Saya segera akan membuat program bersamaan dengan sosialisasi yang harus saya lakukan kepada warga sekitar di wilayah kelurahan Durenjaya dan kelurahan lainnya yang mengalami banjir untuk secara bersama-sama memahami betapa pentingnya kesadaran lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan," papar caleg partai Gerindra nomor 2 untuk DPRD Kota Bekasi dapi  1 Kecamatan Bekasi Timur.

Perjuangan Antonius ini tidak akan berhenti memberikan solusi mendasar dengan sosialisasi dan penyuluhan tentang bagaimana menjaga lingkungan secara bersama kepada warga masyarakat di lingkungan sekitar, di samping usahanya yang sangat berkaitan dengan masalah kebersihan dimana dia mempunyai usaha yang berhubungan dengan "cleaning service" untuk beberapa rumah sakit, perhotelan dan perkantoran serta pabrik, Antonius juga memberikan lapangan pekerjaan bagi kaum muda di lingkungannya dengan menyediakan kesempatan kerja outsourcing di bidang layanan kebersihan untuk klien usahanya.

Pengalaman usahanya yang sudah 5 tahun berjalan ini membuatnya belajar banyak tentang arti baru dari dunia manajemen dan politik, meski dia baru pertama kali mengikuti politik praktis karena ajakan dan bujukan temannya yang aktif di kepengurusan partai.

Keinginan besarnya sesungguhnya adalah ingin lebih memperluas manfaat yang bisa diaberikannya kepada warga masyarakat di lingkungan, salah satunya adalah melalui jalur politik. Dengan terpilihnya nanti untuk bisa duduk di kursi dewan, Antonius beranggapan dia bisa berbuat banyak untuk memperjuangkan kebutuhan warga di kelurahan yang mendapat bencana banjir khususnya dan seluruh warga di Bekasi Timur maupun Kota Bekasi dalam bentuk menentukan kebijakan pemerintah dalam mengatasi masalah banjir secara sektoral dan komprehensif sesuai dengan fungsinya sebagai anggota legislatif.

Caleg Gerindra Ini Terjun Ke Politik Setelah Dapat Restu Ayahnya Yang Aktif di Militer
Bagi politisi muda kelahiran Palembang, 09 April 1981 ini perjuangannya di dunia usaha yang berkaitan dengan kepentingan umum dalam hal layanan kebersihan dan kesehatan tidak semata berujung pada keuntungan komersial saja, karena didikan orangtuanya yang aktif di militer, Antonius sebagai anak kolong termotivasi untuk bisa berbuat banyak demi kepentingan rakyat seperti halnya sosok Prabowo Subianto, sang capres Gerindra. Apalagi pada hari ulang tahunnya ke 34 nanti, Anton akan merayakannya bertepatan dengan pesta demokrasi 9 April 2014.

"Bahkan ketika saya menyampaikan niat untuk terjun ke dunia politik, orangtua saya mengingatkan agar tidak seperti para pendahulunya yang melakukan kecurangan dengan korupsi," ungkapnya ketika pihak keluarga agak keberatan dengan keputusannya menerima ajakan teman terjun kepolitik praktis. Namun setelah meyakinkan bahwa dirinya akan siap menghadapi segala tantangan dan sebagai anak kolong, Antonius meyakinkan diri serta keluarga dan orangtuanya bahwa dia mampu menjadi anggota legislatif seperti halnya keputusan kuatnya menjadi pengusaha bidang cleaning service daripada mengambil pekerjaan yang berkaitan dengan bidang security (keamanan).

Bisa saja Anton yang berpenampilan bagai pengusaha oriental ini terjun ke dunia bisnis yang berkaitan dengan sekuriti, karena latar belakang militer ayahandanya. Namun karena inginnya bisa mandiri sesuai dengan bidang ilmu yang ditekuninya, Anton lebih memilih bisnis bidang "cleaning service" dan ternyata berhasil, sehingga kini dia bisa mempunyai beberapa klien dari banyak kota di seluruh provinsi, bahkan usahanya yang mempunyai workshop dan toko ini sudah mengekspor tempat sampah fiberglass buatan pabriknya sendiri. Sungguh perjuangan yang luar biasa bagi caleg muda perih gelara sarjana ekonomi ini.

Gara-Gara Namanya Antonius, Caleg Ini Dianggap Non Muslim
Tantangan lain yang dihadapinya saat sosialisasi adalah karena masalah namanya, Antonius. Masih banyak orang yang beranggapan dirinya non muslim, apalagi penampilannya yang mirip dengan pengusaha Cina dan nama Antonius. Meskipun dia menggenakan peci hitam, pada alat peraga kampanye di beberapa spanduk dan baligho, justru menimbulkan beberapa kecurigaan bahwa Anton non muslim yang coba membaurkan diri di lingkungan warga perumahan yang mayoritas muslim.

Hal itu tidak membuat surut dirinya untuk lebih sering bersosialisasi, bahkan akhirnya Anton yang beristrikan Yetti Oktavia ini lebih meilih sosialisasi langsung ke tengah warga dan memperkenalkan dirinya sebagai muslim layaknya. "Selalu saya jelaskan kepada warga, habis harus bagaimana lagi," bebernya

"Nama ini kan pemberian orangtua saya, masak saya harus mengganti nama pemberian orangtua saya?" menjawab mengapa ia tak merubah namanya. Jika dia merubah nama asli pemberian orangtuanya, ini sama saja dengan budaya orang China yang merubah nama sesuai dengan lingkungan tempat dia tinggal, Anton bukan seperti itu.

Jika mau ditelusur lebih dalam, latar belakang nama Antonius yang diberikan oleh ayahnya yang berlatar belakang militer dan tinggal di Sumatera, tentunya adalah hal yang wajar, bukan masalah prinsip sebenarnya. Tentunya kita kenal dengan tokoh ustadz Cina yang sangat populer, yakni Anton Medan, bukan? Mungkin inilah yang terbersit pertama kali di benak setiap orang Bekasi saat membaca nama Antonius, SE. sang caleg beranak dua ini.

Biodata

Caleg Partai Gerindra Nomor 2
DPRD Kota Bekasi Dapil 1 Kec. Bekasi Timur

Nama Lengkap : ANTONIUS, SE.
No. KTP : 3275010904810030
Tempat / Tgl lahir : PALEMBANG / 09-April-1981
Jenis Kelamin : Lelaki
Agama : ISLAM
Status : KAWIN
Nama Istri : YETTI OKTAVIA
Jumlah Anak : 2 orang

Alamat Rumah :
TAMAN JUANDA BLOK P 2/10
RT.009 RW.004 Kel. DUREN JAYA
Kec. BEKASI TIMUR
Kota BEKASI
Prov. JAWA BARAT

Pendidikan Terakhir : S1
Pekerjaan : WIRASWASTA

DAFTAR CALEG SEMENTARA DAPIL KOTA BEKASI - DEPOK

Minggu, 26 Mei 2013

Bekasi--Komisi Pemilihan Umum (KPU) resmi mengumumkan 6.576 Daftar Caleg Sementara (DCS) dari dua belas partai politik peserta pemilu 2014.

Dari daerah pemilihan Jawa Barat VI Kota Bekasi-Kota Depok, sejumlah nama-nama politisi lama kembali mencalonkan diri. Namun, ada juga nama-nama baru yang muncul. Berikut daftar lengkap caleg sementara Jabar VI:


Partai Nasdem
1. Agus Suparman
2. Gefarina Johan
3. Daspen Ompusunggu
4. Drs. Banta Umar B. Alwy
5. drg. Anindita Herningtyas
6. Boy MS Saul

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB)
1. Akri Patrio
2. H. Eddy Faizal, M.Ak, M. Hum
3. Cynthia Aufika Sururi
4. Amrizal, S.sos
5. Acmad Jayadi
6. Nisa Arya Febriyani

Partai Keadilan Sejahtera (PKS)
1. Mahfudz Abdurrahman
2. Dr. Sitaresmi S soekanto, M.Psi
3. Dr. Nursanita Nasution, SE, Ak, ME
4. H. Ahmad Chudori
5. Drs Amri Yusra, M.Si

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan)
1. Sukur Nababan, ST
2. H. Riad Oscha Chalik
3. Aprileny, SH, MM.
4. Romy Bareno
5. Noer Fajriensyah
6. Risa Mariska

Partai Golongan Karya (Golkar)
1. Ir. MW. Iswara
2. Fatahillah Ramli
3. Hj. Siti Marhamah, MA
4. Muhammad Syaiful Akbar, MBA
5. Dra Wenny Haryanto, SH
6. Drs.H.R Hadymartomo

Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra)
1. Ir.H. Nuroji
2. Hj. Alwiyah Maulidiyah (Dial Hasan)
3. Anggawira
4. Derry Drajat
5. Laksma TNI Christina M. Rantetana, SkM
6. Pradi Supriyatna

Partai Demokrat
1. Drs. Parlindungan Hutabarat
2. H. Harry Witjaksono, SH
3. Hj. Lestari Yuseno, SH
4. Farihani Sugiarto, BSC, MBA
5. H. Abdullah Maky
6. Wiliam H Sirait

Partai Amanat Nasional (PAN)
1. Intan Fitriana Fauzi, SH, LLM
2. Agung Mozin, SH, M.Si
3. Lucky Hakim
4. Marbawi, M,Si
5. Drs. H. Cecep Kurnia Sogoz
6. Dian Widjaja Kesumawati

Partai Persatuan Pembangunan (PPP)
1. IR. Sigit Hariyanto
2. H. Thahir Siamima, SH, MH
3. Hj, Aselina Endang Trihastuti, MBA
4. Damin Sada
5. Bambang Hernawan, SH, M.Si
6. Tatak Praptiujiyati, SH, M.Sc

Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura)
1. DR. H.M. Syahrial Yusuf, SE, MM
2. M. Fariza Y Irawadi, SE, MM
3. IR.M.A.Ratna Ariani, MBA
4. DR. Tommy Sihotang, SH, LLM
5. Teuku Gandawan Xazir
6. Christina M Rantetama, SKM, MPH

Partai Bulan Bintang (PBB)
1. Moh.Yasin Ardhy, SH, MH
2. Drs. Mohamad Taufiek Rahman, MM
3. Febri Handayani
4. Yayan Yanuari, SE, MM
5. Widi Widawati
6. Chairul Bachtiar

Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI)
1. H. Supratman, SE, MH
2. Rudy Samin, SH
3. Rini Widyarini
4. Clara Sinta
5. Risa Maulita, SE, MA
6. Ir. Lucas Benny Sihasale

Info lebih lengkap silahkan kunjungi website resmi KPU di : http://www.kpu.go.id/

Muin: Pilihan Masyarakat Kota Bekasi adalah yang Terbaik dari yang Terbur

Sabtu, 11 April 2009

Abdul Muin Hafied, SE, MPd., caleg PAN No. 2
DPRD Kota Bekasi, dapil Bekasi Barat - Medan Satria.

Bekasi, dobeldobel.com
Pasca pencontrengan, ternyata menyisakan rasa sesak di dada Abdul Muin Hafied. Wah, apakah karena sudah kalah perhitungan suara dan semakin terbayang tidak bisa mengembalikan “cost politik” yang telah dikeluarkan dalam usaha menikmati kursi legislatif?

Saya eneg (sesak) memikirkan kondisi bangsa ini” tutur pak RW tiga periode ini, pasca pemilu Sabtu 11 April 2009 di kediamannya, Perum Pejuang Jaya, yang masih saja dipenuhi para pendukung dan tim suksesnya.

Wah apa pasal? Rupanya pengusaha bidang pendidikan ini, memandang sedih terhadap tingkat melek politik masyarakat dalam pemilu 9 April 2009 kemarin. “Ini harus disikapi secara serius oleh pemerintah terpilih nanti!” tegasnya. Dalam pelaksanaan Pemilu kemarin, banyak fakta yang dibeberkan secara gamblang kepada team reporter dobeldobeldotcom.

“Rakyat memilih partai dan bukan calegnya ketika mencontreng tempo hari. Akibatnya, tingkat keterpilihan para caleg juga tidak signifikan!” tukasnya. Menurutnya, ini adalah sebuah kenyataan, bahwa para pemilih mengalami kebingungan dalam memilih calon perwakilannya, karena saking banyaknya pilihan. Bahkan dengan terang-terangan, Muin Hafied menegaskan bahwa sebaiknya jumlah Parpol juga dikurangi, “Sehingga tidak sebanyak sekarang!” simpulnya.

Selain itu, pendidikan politik juga harus menjadi konsen khusus, agar Pemilu 2014, tidak mengulangi kesalahan Pemilu 2009. “Rakyat harus tahu, caleg lah yang mewakilinya, dan bukan partai” terangnya. Para caleg itulah yang bilamana terpilih, akan menjadi perwakilan rakyat, dalam memperjuangkan aspirasi rakyat di mana dia dipilih, dan sekaligus menjadi pelayan terhadap kepentingan aspirasi rakyat di daerah pemilihannya pula. “Itulah kompetensi para caleg jika terpilih sebagai anggota legislatif nantinya!” terangnya.

Jebolan sarjana ekonomi dan master pendidikan ini menyorot tentang keberadaan wakil rakyat di DPRD Kota Bekasi yang duduk tidak dalam kapasitas serta kompetensi yang sesuai, sehingga tidak menjalankan fungsi perwakilannya. “Legislatif nantinya harus punya kemampuan dalam mendukung eksekutif. Keseteraan derajat yang dimilik legislatifi dengan eksekutif harus terlihat jelas, bahkan bila perlu Legislatif sebagai superbody bagi eksekutif dan pelayan langsung seluruh rakyat yang dulu emilihnya maupun tidak.” jelasnya.

Diakuinya kepada dobeldobeldotcom, bahwa perhelatan Pemilu 2009 kemarin, mengharuskannya merogoh kocek sampai nominal ratusan juta. Tapi itupun dikeluarkannya secara bertahap, sedikit demi sedikit. “Maklum, saya kan pengusaha, jadi sedikit ada rejeki, kemudian sedikit pula dikeluarkan,” tukasnya tanpa bermaksud pamer.

Namun aksi kampanye yang diakuinya dilakukan dengan niatan luhur memberikan pendidikan dan pelayanan kepada masyarakat, dirusak oleh aksi serangan fajar dan money politic. Menurutnya, aksi ini merusak langkah-langkah mendidik dan melayani masyarakat di sekitarnya yang telah dibangun secara bertahap melalui pendekatan Multi Level Marketing, yang dilakukan secara terarah dan membutuhkan waktu yang cukup lama. Namun karena segelintir kelompok caleg dari partai-partai tertentu melakukan pembagian sembako atau uang sehari menjelang pelaksanaan pemilu, maka rusaklah proses panjang pendidikan politik yang telah dilakukan oleh caleg lain yang mencoba bermain bersih dan jujur.

"Memang beda tipis antara money politic yang dilarang dengan kegiatan sosialisasi seperti fogging, bakti sosial, pengobatan gratis dan hal-hal lain yang serupa." aku sang caleg pengusaha dunia pendidikan ini. Baginya kesemua hal tersebut, ya menggunakan instrumen biaya, uang sebagai mesiu utamanya untuk bertempur. Bisa jadi karena panwaslu sendiri sepertinya tidak mempunyai juklak atau aturan definitif tentang penafsiran "money politic" yang bagaimana yang masuk kategori haram atau tindakan pelanggaran pemilu.

Dengan munculnya pembelian suara rakyat dengan iming-iming uang dan sembako saat sehari menjelang pemilu di kalangan masyarakat level tertentu (biasanya perkampungan yang bukan tinggal di komplek perumahan), maka ini merusak tatanan pendidikan politik. Karena saking bingungnya rakyat pemilih (konstituen) di wilayah yang dimaksud maka saat ada tawaran bantuan sosial (apapun itu bentuknya) yang sebetulnya bisa dikategorikan money politic akhirnya bagi mereka adalah siapa yang terakhir memberikan sesuatu kepada mereka itulah yang paling gampang diingat untuk dipilih, demikian ungkapnya kritis.



Caleg Meninggal, Suara Sah Menjadi Perolehan Parpol

Senin, 02 Februari 2009

KALIANDA – Calon anggota legislatif (caleg) yang meninggal dunia setelah ditetapkan dalam daftar calon tetap (DCT) dalam pemilu legislatif 2009 ini, namanya tidak akan dicoret oleh KPU. Jika tidak ada laporan dari parpol yang bersangkutan, maka ketika namanya dicontreng dalam pemilihan, maka suara tersebut menjadi suara sah perolehan parpol yang mengusungnya.

Demikian dijelaskan Anggota KPUD Lamsel Dra. Erlina saat dikonfirmasi Radar Lamsel Selasa (20/1).

Ia menegaskan, dalam hal ini pihak KPUD Lamsel sudah memberikan imbauan kepada parpol-parpol agar melakukan validasi pada tanggal 19 Januari 2009 lalu, tentang caleg yang masuk PNS dan bagi caleg yang meninggal. “Kita sudah imbau kepada kepada masing-masing parpol agar melakukan validasi mengenai caleg yang masuk PNS dan meninggal dunia setelah masuk DCT,” ujarnya.

Namun, diketahui hingga saat ini laporan belum masuk kepada KPUD setempat terkait hal tersebut. “Sejauh ini, belum ada laporan dari parpol mengenai laporan adanya caleg (DCT-Red) yang masuk PNS dan meninggal,” tukas Erlina.

Meski, nantinya terdapat laporan dari parpol terkait hal itu, pihak KPUD Lamsel akan langsung mencoret caleg dari DCT, sehingga saat pemilihan digelar tidak dicontreng oleh pemilih yang belum mengetahui kejadian itu. “Kita akan coret dari DCT ,” tukasnya. (Hendar Cahyadi)

FORMULIR KEMITRAAN

Klik di sini untuk pengisian formulir kemitraan usaha waralaba
Kotak Makanan Lunch Box dan Kardus Packing

Popular Posts

 
Support : Webrizal | Tutorial | My Opini
Copyright © 2009-2021. RUBY Digital Printing Pesan Jemput Antar 081385386583 - All Rights Reserved
Template Recreated by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger