English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Ekspor Zeolite

Minggu, 10 Agustus 2014

Hasil sampingan dari penambangan dan pengolahan batu alam GreenStone berupa Zeolite, merupakan hasil tambang yang sangat potensial menjadi produk ekspor olahan tambang alam yang tak akan habis hingga seratus tahun mendatang.

Kawasan penambangan batu alam di desa Cikembar, Kabupaten Sukabumi, memiliki kekayaan alam berupa kawasan gunung batu berwarna kehijauan, yang mampu menghasilkan batu hijau untuk kebutuhan usaha arsitektur properti yang sangat diminati oleh dunia, seperti Thailand, Jepang, Brazil, India bahkan Amerika Serikat.

Dari kekayaan alam berupa pengoilahan batu hijau atau dikenal Green Stone untuk kebutuhan industri arsitektur properti dan hasil sampingan seperti Zeolite, bukan saja bisa membuka lapangan kerja baru, namun juga mensejahterakan warga di sekitar area pertambangan, dan tentunya membuka peluang bagi Indonesia sebagai negara pengekspor Zeolite terbesar di dunia.

Penambangan

Penambangan batu alam di kawasan gunung batu Cikembar, Kabupaten Sukabumi, sudah berjalan semenjak belasan tahun silam. Bahkan kini industri kecil pengolahan batu alam di wilayah kelurahan Cikembar semakin hari semakin berkembang.

Dan salah satu usaha penambangan batu alam yang paling besar di daerah seluas lebih dari 16 hektar itu, kini telah dimiliki oleh PT Multi Mineralindo, milik pengusaha muda, H.M. Pariyo, SE, MSi.

Ekspor Membaik?

Rabu, 12 Maret 2014


Pemerintah Pesimistis Ekspor 2014 Membaik

TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mengatakan kinerja ekspor Indonesia pada 2014 menghadapi banyak tantangan. Penurunan ekspor minyak seiring dengan anjloknya lifting minyak dari target pemerintah dalam APBN 2014 sebanyak 870 ribu barel per hari cukup berdampak pada neraca perdagangan.
"Lifting akan di bawah 870 ribu barel per hari, deviasinya jauh. Padahal konsumsi BBM setiap tahun meningkat. Artinya, impor BBM akan semakin tinggi," kata Bambang dalam paparannya dalam rapat kerja nasional Kementerian Perdagangan, Rabu, 12 Maret 2014. (baca: Penguatan Rupiah Belum Berdampak terhadap Ekspor)

Bambang mengatakan tekanan ekspor terjadi pada sektor mineral. Adanya larangan ekspor mineral mentah membuat pemerintah diperkirakan kehilangan pendapatan sebesar US$ 5 miliar. "Itu termasuk olahan, setengah olahan, dan ore. Perlu langkah untuk menutup kinerja ekspor yang melemah," ujarnya.

H.M. Pariyo Kartoutomo dgn latar belakang komoditi ekspor gunung batu zeolite
Berdasarkan catatan perdagangan pada kuartal terakhir 2013, banyak pihak mengira surplus yang terjadi disebabkan pengusaha menggenjot ekspor mineral karena adanya kebijakan Undang-Undang Mineral dan Batu Bara yang melarang ekspor mineral mentah pada Januari. "Logikanya benar, tapi ternyata yang lebih signifikan kontribusinya justru ekspor manufaktur," kata Bambang.

Tingginya ekspor manufaktur disebabkan nilai tukar rupiah yang terdepresiasi sehingga daya saingnya membaik. Bambang meminta Kementerian Perdagangan memastikan kekuatan ekspor manufaktur tetap berjalan untuk menutup pengurangan pendapatan akibat pelarangan ekspor mineral.

Keyakinan sektor manufaktur terus tumbuh juga terlihat dari semakin banyaknya FDI yang masuk di sektor itu. Menurut dia, ini menjadi modal untuk industri manufaktur Indonesia meningkatkan ekspornya. "Jika Perdagangan bisa menjaga ekspor, trade surplus akan terjaga, dan itu bisa menjaga stabilisasi rupiah."

Gudang komoditas Ekspor Zeolite di kawasan Sukabumi Jawa Barat
Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengaku optimistis kinerja perdagangan akan membaik seiring perbaikan ekonomi dunia. Namun dia mengakui pelemahan ekonomi Cina akan berdampak pada perdagangan Indonesia. "Secara keseluruhan akan dilihat memang ada strukturnya yang harus diperbaiki," ujarnya.

Lutfi mengatakan pihaknya akan menyisir pasar baru untuk menggenjot ekspor non-tradisional. Beberapa negara yang dibidik adalah Afrika Selatan dan Amerika Selatan. Selain itu, Kementerian Perdagangan juga akan membidik pasar tunai seperti di Yordania dan Aljazair. "Pasar tunai di negeri ini tidak terkoneksi perbankan internasional secara menyeluruh," katanya.

ANGGA SUKMA WIJAYA - TEMPO

Manfaat Zeolite

Rabu, 15 Agustus 2007

Fungsi Utama Mineral Zeolite


Zeolite adalah bahan pelengkap tambahan yang digunakan bersama pada masa pemupukan bagi usaha pertanian.

Kegunaan Zeolite sendiri adalah menghindari kehilangan nutrisi pupuk melalui air dan suhu panas serta menambah daya tahan tanaman dan mengurangi serangan penyakit karena SiO2.


Berbagai hasil penelitian yang dilaksanakan baik di laboratorium maupun di lapangan menunjukan bahwa mineral zeolite mempunyai empat fungsi utama,yaitu sebagai penukar ion (ion-exchanger),adsorpsi (adsorption),katalisator (catalysit) dan penyaring molekul berukuran halus (moiccular sieving) Mumpton,1984b).

Penukar ion.prinsip dari proses pertukaran ion pada mineral ini adalah terjadinya muatan listrik negative di seluruh struktur zeolite (bukan hanya pada di permukaan) sehingga untuk keseimbangan muatan listrik tersebut di perlukan kation yang mobile atau counter ion dalam jumlah yang sama (Semmens,1984).

Dengan demikian,proses pertukaran kation tersebut merupakan pergantian ion-ion alkali dan atau alkali tanah pada struktur pembangunan zeolite dengan ion-ion terlarut di dalam tanah lainnya.Selain itu,kation-kation yang terperangkap dalam struktur zeolite ternyata tidak terikat secara kuat sehingga sangatlah mudah untuk dipertukarkan.

Kapasitas tukar kation (kVK) adalah suatu ukuran dari jumlah kation yang dapat dipertukarkan per unit berat atau isi : dengan kata lain merupakan jumlah kation yang tersedia untuk dipertukarkan.Kristal-zeolite merupakan bahan yang sangat efektif untuk pertukaran kation dengan nilai KTK berkisar art 100-300 me/100g (Semmens, 1984)

Berdasarkan hasil analisis,zeolite yang berasal dari leposit vayah,Lampung mempunyai nilai KTK berkisar antara 150-200 me/100g yang berarti hampir dua kali lipat dari mineral mountunorilonity dan vermiculite (mineral tipe 2:1/double layer) yang umumnya ditemukan pada tanah-tanah tingkat produktivitas tinggi seperti tanah adosol (Prodmin Inter Nusa,1995),Nilai KTK zeolite bayah tersebut hampir sama dengan KTK dari Humus.

Absorbsi.Zeolite dapat mengabsorpsi molekul apabila air yang dikandungnya telah di hilangkan melalui pemanasan dengan suhu tinggi,yaitu berkisar 350-400 ͦ C(Flanigen,1984).
Pada dasarnya absorpsi adalah penumpulan berbagai substansi terlarut dalam larutan antara 2 buah permukaan.

Dalam hal ini,berbagai molekul adsobate yang berdiameter sama atau lebih kecil dari diameter celah rongga dari struktur zeolite dapat diapsorpsi,sedangkan molekul yang berdiameter lebih besar akan bertahan dan hanya melintas antara partikel zeolite (Prodmin Inter Nusa,1995).

Dengan demikian,zeolite disamping mempunyai struktur rigrid juga polaritas sangat tinggi.

Penyaringan molekul

Proses penyaringan molekul oleh kristal zeolite terjadi melalui saringan antara partikel dan struktur rangka tiga dimensi yang porous (Flanigen,1984).

Dalam hal ini menyebabkan mineral zeolite lebih efektif sebagai penyaring,1 dibanding dengan penyaring konvensional lainnya.

Katalis Zeolite telah banyak digunakan dalam berbagai industri kimia dan obat-obatan sebagai bahan perantara yang dapat mempercepat dan atau memperlambat suatu reaksi kimia tanpa menyebabkan perubahan struktur kimia di dalamnya.

Pengaruh pemberian zeolite terhadap perbaikan produktivitas lahan terutama kapasitas tukar kation KTK tersebut ternyata meningkat dengan berkurangnya kandungan liat tanah (Mumpton,1981a)lebih jauh di simpulkan bahwa berkurangnya KTK karena pemberian zeolite mampu bertahan selama beberapa tahun pada lahan yang mempunyai kandungan liat tinggi.

Peningkatan Efisiensi Pempukan Anorganik
Zeolite dengan sifat utama, memiliki kapasitas tukar kation (KTK) dan selektifitas terhadap Ammonium dan Kalium yang tinggi, dapat digunakan sebagai bahan untuk meningkatkan efisiensi pemupukan anorganik seperti Urea (N),SP-36 (P), dan KCl (K) kapasitas tukar kation untuk Zeolite yang ditemukan di Indonesia berkisar 150-200 me/100 g ( Prodmin Inter Nusa, 1995 ), sedangkan efektifitas kation berdasarkan berbagai hasil penelitian adalah berturut-turut (Cs-Rb,NH4,Ba Sr K Ca, Fe>Al>Mg>Li ( Ames, 1960 dalam Mumpton, 1984b).

Selain itu Zeolite mempunyai sifat sebagai penukar ion terutama logam Alkali atau Alkali tanah seperti Na, K, Ca,Ba, dan Mg, dan penyaring molekul yang baik sehingga diharapkan 1) hanya yang dierikan melalui pemupukan ataupun pelapukan pupukdengan pelepasan hara secara lambat (slow release fertilizer) (Lewis et.a1.1984; Flanigen 1984).

Mineral Zeolite bersifat basa sehingga dapat menetralkan tanah yang bersifat asam, mengurangi daya fiksasi P oleh koloid tanah (Sarief,1987), dan meningkatkan KTK serta aktifitas mikroorganisme dalam tanah ( Semmens,1984).

Pemberian Zeolite yang dicampur dengan pupuk N seperti urea atau ammonium sulfat dapat meningkatkan efisiensi melalui;
1) pengurangan kehilangan NO3N karena pencucian dan perkolasi,
2) meningkatkan ketersediaan ammonium teruta pada tanah dengan kandungan liat rendah (relative kurang subur) melalui penekanan proses nitrikasi dan volatilisasi NH4,
3) meningkatkan penyerapan N oleh tanaman dan,
4) mengurangi keracunan perakaran tanaman karena ammonia dan nitrat yang berlebihan (Lewis et.a1 1980; Barbarick and Pirrelli, 1984).

Dalam hal ini, ammonium yang dipertukarkan oleh Zeolite dilepaskan secara lambat sehingga berperan sebagai slow realease fertilizer, sedangkan mineral zeolitenya sendiri berperan sebagai penyangga (reservoir) ammonium yang berasal dari penguraian urea yang pada akhirnya akan menekan toksisitas ammonium dan nitrat melalui penekanan aktifitas bakteri dalam proses nitrifikasi.

Barbarick dan Pirrelli (1984) melaporkan bahwa pemberian Zeolite pada lahan sawah dapat meningkatkan ketersediaan N dalam tanah sebesar 63% karena terhambatnya koversi ammonium (NH4) menjadi Nitrat ( NO3 ) melalui proses nitrifikasi. Sehingga kehilangan Nitrat karena denitrifikasi juga menjadi berkurang. Berkurangnya proses nitrifikasi memberikan pengaruh positif terhadap ketersediaan fosfat karena berkurangnya fiksasi oleh kation-kation Al dan Fe.
Pemberian Zeolite pada tanah berstektur pasir berlempung dan liat lempung berdebu dapat menghambat konversi NH4 menjadi NO3 sebesar 30-40% (Mc Know, 1978 dalam Sunarto, 1995 ). Sedangkan Astiana ( 1995 ) melaporkan bahwa penggunaan Zeolite 0,5-1,0% yang dicampur pupuk urea 100-299 kg /ha mampu menekan kehilangan N melalui pencucian sebesar 19-20% dan volatilisasi sebesar 19=22%.
Hasil penelitian pada pertanaman padi sawah dengan jenis tanah alluvial di Karawang dan Subang serta grumosol di Sumedang menunjukan bahwa pemberian Zeolite yang dikombinasikan pemupukan Urea (200kg/ha), SP 36 (100kg/ha), dan KCl (100kg/ha) menyebabkan peningkatan hasil gabah kering tergantung pada takarannya (tabel 6).

Dalam hal ini Zeolite mampu meningkatkan ketersediaan N,P,dan K serta unsur lainnya sehingga pertumbuhan tanaman (yang ditunjukan oleh peningkatan tinggi tanaman dan jumlah anakan per rumpun) lebih baik yang pada akhirnya komponen hasil juga meningkat ( Bachrein et.a1., 1998).

Dari hasil analisis ekonomi ternyata keuntungan yang tertinggi diperoleh dari penggunaan Zeolite dengan takaran 200 kg/ha, yaitu sebesar RP.2.376.800/ha, untuk Subang, RP. 2,316.000./ha untuk Karawang dan RP. 1.912.00./ha untuk Sumedang (tabel 6). Pemberian Zeolite dengan takaran 200kg/ha tersebut dapat meningkatkan pendapatan bersih dibandingkan tanpa Zeolite berkisar RP.2.315-RP.3.455 untuk setiap kg Zeolite.

Tabel 6.    Hasil gabah kering , keuntungan bersih, dan tingkat efisiensi
                pemberian Zeolite pada penanaman Padi IR 64 di Subang,
                Karawang,dan Sumedang MT 1996/1997.      

Takaran
 Subang


    Karawang


Sumedang


Zeogaro
 Hasil
Keuntungan
   Efisien
    Hasil
Keuntungan   
Efisien       
Hasil
Keuntungan
    Efisien
(t/h)          
t/ha
(Rp)
    (%)
    t/ha
(Rp)
(%)
t/ha
(Rp)
    (%)
0
6,2
1.812,0
   100
    5,4
1.675,0
100
4,8
1.223,0
   100
100
7,2
2.214,0
   122
    6,7
1.985,0
119
6,1
1.786,0
   146
200
7,6
2.376,8
   131
    7,5
2.138,0
138
6,4
1.912,0
   156
300
7,1
2.121,0
   117
    7,2
2.122,0
127
5,7
1.578,0
   129
400
7,1
2.132,0
   118
    7,1
2.064,0
123
5,4
1.612,0
   132

Hasil analisis regresi menunjukan bahwa pola hubungan antara takaran Zeolite dengan hasil gabah kering bersifat kuadratik (tabel 7) dari persamaan tersebut , takaran maksimum pemberian Zeolit pada tanah Alluvial di Karawang dan Subang serta tanah Grumosol di Sumedang masing-masing 150, 200 dan 250 kg/ha, Takaran maksimum tersebut diperoleh dengan mencari turunan pertama dari setiap per samaan regresi: dy/dx = 0 (Gomez and Gomez, 1984).

Tabel 7. Model persamaan regresi antara hasil gabah kurang (y) dan takaran Zeolite (x) di Subang, Karawang dan Sumedang MH 1996/1997.


Lokasi
         Persamaan Regresi
         R2
        Takaran Zeolite



          Maksimum
Subang
         Y = 6,32 + 0.01 - 0.000002 X2
      0,332
               150
Karawang
         Y = 5,92 + 0.01 - 0.000002 X2
      0,622
               200
Sumedang
         Y = 4,91 + 0.01 - 0.000002 X2
      0,632
               250

Berbeda nyata dengan taraf  uji 5% , berbeda nyata pada taraf uji 1 %.

Sumber Bachrein,et.a1  (1998).

Sumber artikel : 

Produksi Zeolite

Senin, 13 Agustus 2007


Dunia pertanian di Indonesia menjadi hal yang sangat penting, apalagi Indonesia di samping dikenal sebagai negara kelautan juga dikenal sebagai negara agraris. Sebagai negara agraris, kesuburan tanahnya memang sudah dikenal semenjak ratusan tahun silam. Namun begitu dengan perkembangan jumlah penduduk yang berlipat ganda setiap tahunnya dalam beberapa dekade terakhir, kebutuhan rakyat Indonesia akan hasil pertanian membuat para pengusaha pertanian dan petani khususnya mengejar jumlah kwantitas dari usaha pertanian dan perkebunan yang dilakukannya.

Otomatis ketika mengejar masa panen yang berlipat ganda dalam volumenya tanpa melupakan kualitas lahan pertanian maka langkah yang harus ditempuh adalah memberikan stimulan agar unsur HARA pada tanah tidak tergerus habis oleh periode tanam.

Jika pupuk diberikan untuk meningkatkan kualitas tanaman agar tidak mudah terserang hama dan cepat tumbuh menghasilkan panen berlimpah, maka lahan tanah pun membutuhkan peningkatan kualitas dengan memberikan salah satunya adalah unsur mineral seperti Zeolite, yang bisa memberikan dampak positif kepada kelembaban tanah dan suhu tanah yang ideal untuk  masa tanam tertentu.

PANJA Mineral menyadari hal tersebut sebagai satu kebutuhan mutlak bagi para pengusaha dan petani di Indonesia demi peningkatan kesejahteraan dan kemakmuran seluruh rakyat Indonesia, maka produksi penambangan bahan mineral Zeolite yang bermanfaat membantu peningkatan dunia usaha pertanian ini mulai dikembangkan secara serius dan besar-besaran tanpa kecuali.

Zeolite produksi PANJA Mineral mempunyai kualitas unsur penting yang dibutuhkan lahan tanah, yang sudah banyak dikenal di dunia. Tinggal bagaimana PANJA Mineral mengeksplorasinya demi kemaslahatan seluruh pengusaha dan petani di Indonesia pada khususnya dan dunia pertanian internasional pada umumnya.

Berikut ini proses produksi bahan mineral Zeolite mulai dari penambangan batu alam hasil sisa lava gunung berapi yang telah tidur ratusan tahun silam setelah mengeluarkan ledakan luar biasa di masa lalu.

Mengetahui proses produksi mulai dari penambangan hingga pendistribusiannya ke pasar bebas, memberikan gambaran betapa kekayaan alam Indonesia ini masih banyak terpendam dan belum semuanya bisa dieksplorasi demi kemaslahatan umat khususnya rakyat Indonesia.

Setidaknya inilha yang dikerjakan oleh PANJA Mineral yang tidak melulu memikirkan tentang sisi komersial dan materi yang hendak didapat, namun tanggung jawab seorang pengusaha seperti HM. Pariyo, SE. MSi, kepada sesama manusia khususnya rakyat Indonesia dalam bentuk kepedulian sosial dan perhatian di dunia industri dan pertanian Indonesia.



    PENAMBANGAN MINERAL ZEOLITE
 
















    PRODUKSI ZEOLITE
 









Zeolite Gallery

Minggu, 12 Agustus 2007

Penambangan Batu Alam Zeolite hingga Distribusi


Melimpahnya batu alam yang mengandung mineral Zeolite yang bermanfaat bagi peningkatan kesuburan dan sifatnya yang mendinginkan tanah lahan pertanian, menjadikannya sebagai pelengkap wajib bagi para pengusaha dan petani demi menunjang peningkatan hasil panen.

FORMULIR KEMITRAAN

Klik di sini untuk pengisian formulir kemitraan usaha waralaba
Kotak Makanan Lunch Box dan Kardus Packing

Popular Posts

 
Support : Webrizal | Tutorial | My Opini
Copyright © 2009-2021. RUBY Digital Printing Pesan Jemput Antar 081385386583 - All Rights Reserved
Template Recreated by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger