English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Bukan Pilihan BINARI Antara MpokNori atau CutTari

Jumat, 14 Agustus 2015

Sedang berada di persimpangan jalan itu sangat menyebalkan. Kita harus memilih salah satu saja. Gak bisa dua-duanya. Seandainya berada di persimpangan itu mirip seperti perkawinan, mungkin gampang saja solusinya bagi saya. Banyak pilihan, gak usah bingung. Pilih semua, poligami. BERES.

Pilihan karir masa depanku di dunia stand up comedy tidak disetujui keluarga terutama ibundaku, anak-anak dan suamiku. HAPAAH? 

Anak-anakku masih menganggap aku hendak berkarir menjadi PELAWAK yang berprofesi membuat orang tertawa terbahak. Sedangkan aku berpendapat aku hendak menasihati orang agar mereka mau mentertawai diri mereka sendiri bersamaku, tentunya berbeda sekali. Seperti perbedaan langit dan lapis legit. Jauh banget dan gak nyambung.

"Lagian ngapin sih, abi kan udah tua. Malah mau jadi pelawak?" protes anak gadisku yang di pesantrennya tak pernah dibolehkan nonton televisi ini.

"Lagian siapa yang mau jadi pelawak? Abi mau jadi komik!"

"Lebih parah lagi! Malah mau jadi obat batuk? Abi normal gak sih?"

"BUKAN!!!" teriakku kecewa dan berusaha tenang menahan biji mata gak keluar karena melotot maksimal. Dalam benak aku berusaha berpikir mencari dalil syariah untuk mendebatnya.

"Komik itu seorang yang berani stand up naik ke panggung sendirian dan bercerita dan memberi pesan nasihat tentunya dengan mentertawakan diri sendiri! Khususnya kalo abi gak lucu!"

"Abi itu jelek. Malah kata Ummi, Abi tampangnya blo'on. Abi punya modal apa mau jadi komik?" tanyanya menohok. Parah!

"Ya itu tadi, wajah jelek, tampang blo'on. Cukup buat modal kan?"

"Oh jadi gitu, mentang-mentang jelek mau jadi komedian?"

(masih diedit lagi...!)

DAMRI Diganti Jadi DARMI Saja?

Minggu, 09 Agustus 2015

DARMI = Djawatan Angkutan Rusak Milik Indonesia?

Tidak ada yang lebih mengesalkan kecuali kita harus membayar lebih sesuatu yang tak layak untuk dibayar, salah satunya adalah layanan jasa angkutan antar kota, seperti DAMRI. Dan saya punya pengalaman terindah yang terpaksa saya dapatkan dari angkutan milik BUMN ini.

Lepas liburan lebaran tahun 2015 ini, masuk minggu ke 3 bulan Syawal 1436 H, tepatnya awal bulan Agustus 2015, saya harus mengantarkan kembali anak saya ke pondok pesantren (boarding school) setelah liburan 2 bulan penuhnya melewati bulan puasa dan lebaran. Alangkah indahnya seandainya setiap liburan itu seperti lebaran semuanya, biarpun libur tetap lebar rezekinya.

Namun setelah tiba di Surakarta, kaki anakku yang sensitif dengan kebersihan kaos kaki malah jadi alergi dan sakitnya semakin parah. Mungkin disamping karena kelelahan fisik dimana kakinya harus menopang beban dan berjalan kaki lebih berat, semalaman duduk di bis malam membuat kakinya terpenjara 14 jam dengan kaos kaki nilonnya.

Terpaksa begitu tiba di Solo keesokan harinya, saya mencari dokter spesialis untuk memeriksakan penyakit kulit di kakinya. Akhirnya dokter memberikan obat khusus dan surat rekomendasi ke pondok pesantren agar bisa istirahat selama 14 hari di rumah. So, saya dan anak gadis saya harus kembali ke Jakarta. Kita kembali ke laptop.

Demi mengejar waktu dan janji dengan klien keesokan harinya, terpaksa malam itu kami ke terminal bus Tirtonadi Surakarta, setelah 2 jam naik KOSTI taxi berkeliling stasiun kereta api Solo Balapan dan Jebres untuk pemesanan tiket yang ternyata kehabisan.

Maka dengan alasan gawat darurat, terpaksa ke terminal bus untuk naik bus apa saja yang bisa langsung berangkat ke Jakarta atau Bekasi. Pilihan tersedia hanya DAMRI, yang pada akhirnya jadi penyesalan seumur hidup kami. So sweet isn't it?

Pelayanan Bus DAMRI PATAS AC SOLO - JAKARTA vs DAMRI lainnya.
Baru kali ini ngerasain pelayanan jasa milik BUMN sekelas DAMRI yang serba bayar dan gak ada yang gratis, kecuali kutu busuk, tumbila, ketinggi atau bangsat di kursi (recleaning seat) nya.

Dengan tiket PATAS AC bus DAMRI seharga tigaratus delapan puluh ribu rupiah untuk dua orang, saya dan anak gadis saya, rasanya saya seperti membeli dinginya bus AC dengan bonus segenggam kutu busuk alias bangsat.

Kalian tahu kan apa itu kutu busuk, tumbila atau ketinggi..... Bangsat?  Gak enak kan kalau ditanya seperti itu?

Keterlambatan membeli tiket Kereta Api dan P.O. Rosalia Indah, bus antar kota (AKAP) langganan saya memang sangat menyebalkan. Karena saya harus kembali tiba di Jakarta keesokan harinya, demi mengejar reunian teman kampus dan juga pertemuan dengan klien prospek investor. Lupakan alasannya.

Intinya, dibandingkan PO. Rosalia Indah, pelayanan bus DAMRI Solo - Jakarta sangat mengecewakan kalau gak mau dibilang KAMPRET, khususnya itu KUTU BUSUK di kursinya. Saya sampai bingung, itu kutu busuk, bangsat atau kampret sih?

Saya sendiri takut tulisan ini bisa dikenakan pasal penghinaan instansi pemerintah, yakni BUMN. Kebetulan pada saat yang sama SBY, mantan presiden kita baru saja menghimbau presiden Jokowi untuk menyikapi tindakan penghinaan terhadap lembaga kepresidenan. Saya berharap saya tidak tidak perlu kuatir menghina DAMRI sebagai lembaga BUMN ini seperti halnya Jokowi gak kuatir jika presiden dihina oleh orang banyak, selama itu bukan presiden RI, menurut hemat saya.












FORMULIR KEMITRAAN

Klik di sini untuk pengisian formulir kemitraan usaha waralaba
Kotak Makanan Lunch Box dan Kardus Packing

Popular Posts

 
Support : Webrizal | Tutorial | My Opini
Copyright © 2009-2021. RUBY Digital Printing Pesan Jemput Antar 081385386583 - All Rights Reserved
Template Recreated by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger