English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Ki Kusumo Berang dan Mengamuk di Kedubes Malaysia

Kamis, 10 Mei 2012

Kapanlagi.com - Sebagai kelanjutan dari aksi Solidaritas Komando Pejuang Merah Putih (KPMP) untuk TKI korban Malaysia yang dilaksanakan di depan Kedutaan Besar Malaysia pada Selasa (8/5) lalu, Ki Kusumo bersama KPMP kembali melakukan aksi serupa di Bundaran HI, Jakarta Pusat.

Ki Kusumo sebagai Ketua Umum Komando Pejuang Merah Putih (KPMP) memang sedianya akan terus mengawal kasus yang telah mencoreng harga diri bangsa ini sampai ke titik maksimal.


“Tetap seperti demo sebelumnya, kami menuntut pertanggungjawaban dari Malaysia. Karena mereka sudah terlalu sering menghina dan merendahkan harga diri bangsa Indonesia. Mereka selalu bikin kasus terhadap Indonesia,” papar Ki Kusumo di Bundaran HI, Jakarta Pusat, Kamis (10/5) pagi.

Dan kasus yang menjadi perhatiannya kali ini adalah penembakan dan pencurian organ tubuh yang dialami TKI di sana. Baginya, sebagai bangsa, khususnya generasi muda, harus bisa teriak dan membela sampai titik darah penghabisan.

“Jangan sampai ini tak berkesudahan. Makanya kami menyatakan sikap. Ini merupakan pelanggaran HAM internasional, ini pelanggaran HAM berat. Harus ada keterangan dan permintaan maaf secara resmi dari Malaysia. Kami protes dan kami akan lakukan sweeping.

Kalau mereka melakukan hal yang semena-mena terhadap WNI di sana, kita juga bisa melakukan hal yang serupa,” ancam produser yang juga penasehat spiritual ini.

Tak hanya kepada Malaysia, Ki Kusumo pun mengaku sangat geram kepada pemerintah sekarang yang terlalu lamban dan tak bertenaga ketika harus berhadapan dengan Negeri Jiran tersebut, beda sekali dengan era kepemimpinan Presiden Soekarno.

“Harusnya pemerintah kita harus tegas. Bukan hanya putuskan hubungan diplomatik. Bahkan kalau kita udah sering dihina ya kita perang aja. Kalau kita bicara merah-putih ya kita sebagai bangsa harus bisa bersama. Selesaikan dengan baik-baik atau kami selesaikan dengan cara yang tidak baik-baik,” pungkas Ki Kusumo. (kpl/ato/rea)

Ki Kusumo Jadikan Anaknya 'Para Pembela Bumi'

Selasa, 07 Februari 2012

JAKARTA- Usai merampungkan film Drakula Cinta, paranormal yang juga produser film, Ki Kusumo bersiap membuat film baru lagi berjudul Para Pembela Bumi. Di film ini, dia kembali melibatkan anaknya, Axel Putra Kusuma.

"Saya memang akan membentuk dia supaya menjadi aktor. Kemarin dia kan sudah syuting film Drakula Cinta, nanti dia juga akan syuting lagi film Para Pembela Bumi," katanya saat ditemui di acara penutupan Cap Go Meh di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Pondok Gede, Jakarta, belum lama ini.


Sebagai bukti keseriusannya menjadi Axel seorang aktor, Ki Kusumo selalu melibatkan anaknya di setiap acara. Tak hanya membekali Axel ilmu akting, dia juga membekali sejumlah keahlian ilmu bela diri.

"Ini serangkaian acara imlek penutupan pekan budaya Tionghoa di Taman Mini, jadi hari ini saya di undang untuk memberikan sumbangsih, memberikan penampilan budaya-budaya Tionghoa. Axel saya libatkan untuk atraksi wushunya. Olah raga bela diri itu yang jauh lebih penting karena itu bisa memproteksi bukan hanya untuk dirinya tapi juga orang-orang yang dia cintai," jelasnya.

Meski banyak melakukan aktivitas, sekolah tetap menjadi prioritas utama. Apalagi, semua anak-anaknya dibekali ilmu bela diri, termasuk yang perempuan.

"Sekolah tidak ada masalah, dan yang saya lihat sih anaknya juga senang latihan. Jadi tidak ada masalah, sekolah tetap tidak terganggu, latihan kan di waktu-waktu senggang saja. Saya latih semuanya. Cuma yang laki ini lebih dulu maju dibandingkan yang perempuan," pungkasnya.(rik)

Ki Kusumo Tutup Perayaan Cap Go Meh Di TMII

Minggu, 05 Februari 2012

Jakartapress.com - Perayaan Cap Go Meh yang berlangsung di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) berlangsung meriah. Penutupannya dilakukan oleh paranormal Ki Kusumo yang sekaligus menjabat Ketua Umum Asosiasi Liong dan Barongsai Seluruh Indonesia. 

"Hari ini serangkaian acara imlek penutupan pekan budaya Tionghoa di Taman Mini. Jadi hari ini saya diundang untuk memberikan sumbangsih, memberikan penampilan budaya-budaya Tionghoa," terang Ki Kusumo, di TMII, Jakarta Timur, Minggu (5/2).

Dalam acara tersebut, produser film Drakula Cinta itu menggelar atraksi barongsai yang aktraktif. Aksi tersebut mengdapatkan simpati dan perhatian dari pengunjung TMII.


Selain aksi barongsai, Ki Kusumo juga menyajikan aksi olahraga bela diri wushu. Dan salah seorang yang tampil adalah putra Ki Kusumo sendiri, Axel Putra Kusuma.

"Beberapa waktu yang lalu, saya juga sering mengisi acara di sini. Tapi kalau untuk mengisi budaya Tionghoa ya baru sekarang. Intinya pada kekerabatan, perayaan acara tahun baru ini menjadi suasana kekeluargaan saja," pungkasnya.  [syah]

Twitter Resmi Ki Kusumo

Senin, 21 Februari 2011



Ki Kusumo: Cap Go Meh Pererat Kerukunan Antaretnis

Kamis, 17 Februari 2011

Ki Kusumo
SENSASITAR.COM Etnis Tionghoa di Indonesia patut berterimakasih kepada KH Abdurahman Wahid atau Gus Dur almarhum. Berkat mantan Presiden RI ke-4 itulah masyarakat Cina boleh merayakan lagi hari-hari keagamaan mereka.

Setelah perayaan Imlek yang cukup meriah tahun ini, etnis Tionghoa merayakan datangnya Cap Go Meh. Acara ini berlangsung hamper di berbagai tempat di Indonesia, terutama wilayah yang terdapat etnis Cina. Di Singkawang, Kalimantan Barat bahkan diadakan upacara secara besar-besaran, karena kota yang terletak di sebelah utara Pontianak itu dihuni oleh mayoritas etnis Cina.



Perayaan Cap Goh Meh di Singkawang biasanya ditandai dengan arak-arakan para Tatung menuju vihara atau klenteng. Perayaan dipercaya sudah dilaksanakan turun temurun sejak 200 tahun yang lalu. Para tatung berasal dari berbagai vihara yang tersebar di seluruh Singkawang, oleh karena itu tak heran kalau Singkawang juga mendapat julukan kota seribu kuil.

Dalam 1 vihara atau klenteng kadang terdiri lebih dari 1 orang Tatung. Pagi hari di hari ke 15 ini, para Tatung akan berkumpul untuk melakukan sembahyang kepada Langit di altar yang sudah disiapkan. Perjalanan para Tatung di tandu dengan menggunakan tandu yang beralaskan pedang tajam atau paku tajam, sambil memamerkan kekebalan tubuhnya.


Ada juga yang naik tangga pedang, biasanya terdiri dari 36 atau 72 pundak/tangga. Semakin bisa naik ke atas maka artinya semakin kuat juga ilmu Tatung tersebut. Kegiatan ini telah mulai dikembangkan sebagai objek pariwisatauntuk menarik wisatawan domestik maupun mancanegara.

Cap Go Meh melambangkan hari ke-15 dan hari terakhir dari masa perayaanImlek bagi komunitas kaum migran Tionghoa yang tinggal di luar Cina. Istilah ini berasal dari dialek Hokkien dan secara harafiah berarti hari kelima belas dari bulanpertama.

Saat itu juga merupakan bulan penuh pertama dalam Tahun Baru tersebut.

Perayaan ini dirayakan dengan jamuan besar dan berbagai kegiatan. Di Taiwan ia dirayakan sebagai Festival Lampion. Di Asia Tenggara ia dikenal sebagai hari Valentine Tionghoa, masa ketika wanita-wanita yang belum menikah berkumpul bersama dan melemparkan jeruk ke dalam laut - suatu adat yang berasal dariPenang, Malaysia.

Menurut Ketua Umum Asosiasi Liong dan Barongsai Indonesia, Ki Kusumo, perayaan Cap Go Meh memiliki makna yang sangat penting, tak hanya bagi kaum Tionghoa, namun juga untuk seluruh warga Bekasi. Pasalnya, dari perayaan itu tak sekadar berharap keselamatan dan kesejahteraan, namun juga tercipta kerukunan antar umat beragama dan terjalin persatuan antar warga.


“Semoga dari perayaan Cap Go Meh tahun ini, bisa lebih memberikan pengaruh potisif bagi seluruh warga di Kota Bekasi. Kita berkumpul bersama, bersuka cita, tanpa saling membeda-bedakan suku, ras, atau agama. Cap Go Meh bisa mempererat kerukunan antar etnis,” terang Ki Kusumo di Bekasi, dalam perayaan Cap Go Meh di Bekasi, baru-baru ini.

Selain itu, Ki Kusumo berharap Kota Bekasi bebas dari segala petaka. “Mari kita berdoa bersama, agar Bekasi ke depannya menjadi kota yang jauh dari petaka dan masyarakat diberikan pemimpin yang jauh lebih baik dari pemimpin saat ini,” pinta Ki Kusumo.


Tahun ini, Perayaan Cap Go Meh di Bekasi dipusatkan di Vihara Hok Lay Kiong, Selain doa bersama, digelar pula Ritual Ruwat Bumi, yaitu dengan melakukan arak-arakan Toa Pe Kong (Patung Dewa) keliling kota Bekasi. Rutenya adalan Jl. Kartini-Hasibuan, Jl. Veteran-Bulan-Bulan hingga Pasar Lama-Inpres. Arak-arakan makin meriah dengan tampilnya berbagai kesenian tradisional, mulai dari Ondel-ondel, Reog Ponorogo hingga puluhan Liong dan Barongsai.(hw)

Perayaan Cap Go Meh Kondusif adalah Bukti Masyarakat Bekasi Sangat Pluralis

Rabu, 16 Februari 2011

Warga Bekasi Berbaur dalam Merayakan Cap Go Meh

Ki Kusumo, Yenny Wahid dan Ronny Hermawan
Bekasi - bekasi-online.com
Ramainya perayaan Cap Go Meh yang diikuti sebagian masyarakat Bekasi khususnya yang tinggal di daerah jalur jalan raya menuju Klenteng terbesar Kota Bekasi, Hok Lay Kiong. Pada pembukaan acara berupa parade Toa Pe Kong, barongsai dan arak-arakan naga kertas tidak sendirian. Karena ada pula tarian khas Jawa Timur, yakni Reog Ponorogo hingga arak-arakan musik khas Betawi, Tanjidor.


Klenteng Hok Lay Kiong sebagai pusat perayaan Cap Go Meh Bekasi
Tokoh masyarakat, Yenny Wahid, putri almarhum bapak pluralis nasional, Gus Dur turut hadir bersama beberapa tokoh masyarakat kota Bekasi, seperti Anggota DPRD Kota Bekasi, Ronny Hermawan dari Partai Demokrat, Ki Kusumo Ketua Umum Liong dan Barongsai dan jajaran muspida mulai dari Kapolres serta Dandim 0507 Bekasi.

Dalam perayaan akhir tutup tahun baru Cap Go Me 2035 / 2011 ini warga Bekasi menunjukkan berbaurnya beragam budaya dan etnis tanpa pergesekan. Bahkan kemacetan yang terjadi akibat arak-arakan Tapekong pun dianggap biasa seperti kesibukan harian kota Bekasi.

Budaya merayakan Imlek dan Cap Go Meh sendiri diketahui memang di Bekasi telah ada semenjak jaman VOC masih berkuasa. Akulturasi budaya dari negeri Tiongkok ini dengan budaya orang Bekasi asli begitu mudah menyatu karena seperti kebanyakan hari raya lainnya yang menyebarkan kegembiraan rakyat yang bisa dirasakan suasananya oleh siapa saja.

Ronny Hermawan memandu dan menggoyang Toa Pe Kong untuk Ruwat Bumi
Ronny Hermawan, anggota DPRD Kota Bekasi menegaskan, "Dalam perayaan ini tampak bahwa pluralisme di Bekasi sudah diterima jauh sebeblum Indonesia merdeka. Dan saat ini pun tampak, bahwa banyak warga di sekitar turut bergembira dan terhibur dengan kegiatan perayaan Cap Go Meh." Ronny menambahkan, "Perayaan Cap Go Meh kali ini diikuti bukan saja oleh masyarakat kota Bekasi, tapi juga Kabupaten Bekasi bahkan ada kesenian seperti Reog Ponorgo.

Sementara itu di tempat yang sama, Ki Kusumo yang juga berada satu panggung dengan Yenny Wahid mengatakan, "Setidaknya kita bisa merasakan semangat persatuan bagi warga masyarakat Kota Bekasi masih terlihat dalam perayaan Cap Go Meh kali ini. Dan untuk itu kita mendapatkan ilmu tentang keberagaman bangsa kita.  Cap Go Meh sendiri mempunyaimakna yang dalam, dimana diharapkan semoga kesejahteraan dan kemakmuran yang melimpah ruah diberikan kepada seluruh rakyat pada awal tahun ini."

Ramai disambut gembira semua warga sekitar Klenteng Hok Lay Kiong
Paranormal yang juga produser film ini menambahkan, "Untuk memahaminya kita memerlukan ilmu. Sedangkan ilmu untuk mendapatkan ilmu seperti ini salah satunya adalah kesantunan kita kepada lingkungan kita. Jika kita sopan dan santun dan bertenggang rasa, maka kita akan bisa memahami arti dan makna dari perayaan Cap Go Meh tahun ini,"

Hal ini bisa dimaklumi, karena pada arak-arakan Toa Pe Kong bisa diserupakan dengan acara Ruwat Bumi seperti budaya daerah lainnya dimana diharapkan keberkahan dan kesejahteraan bisa menyebar kepada seluruh rakyat dan bumi tanah tempat berpijak menjadi lebih subur menghasilkan dengan berlimpah.

Reog Ponorogo juga memeriahkan Cap Go Meh
Paranormal yang juga ahli beladiri kungfu aliran Winchun ini menambahkan, "Sesuai dengan tema perayaan Cap Go Meh tahun ini, dengan semangat perayaan Cap Go Meh, kita tingkatkan kebersamaan untuk mencapai manfaat bagi kehidupan bermasyarakat, dan masyarakat pasti bisa mendapatkan hikmahnya."

Pada parade barongsai dan liong, tokoh masyarakat, Ronny Hermawan juga ikut memanggul tapekong dan menggoyang-goyang tandu tapekong. Hal ini bermakna agar dewa akan menyebarkan kesejahteraan ke setiap warga masyarakat dan daerah yang dilalui parade barongsai dan liong. Semakin kencang ayunan tapekong, maka semakin tersebar luas berkah yang dibagikan. Itulah sebabnya, meski dengan sedikit kepayahan, Ronny menyempatkan diri untuk menggoyang tandu tapekong bersama peserta pengusung tandu Toa Pe Kong lainnya.

Warga berbaur dalam keramaian acara
Perayaan Cap Go Meh Bekasi kali ini memang cukup meriah, sedikitnya diikuti oleh lebih dari sepuluh barongsai, beberapa liong (naga) dan tentunya seni budaya daerah seperti Gambang Kromong (Tanjidor) Betawi atau Tanjidor dan juga Reog Ponorogo.


Sidik Rizal - webrizal.com

Ki Kusumo: Angpao Penting Dalam Perayaan Imlek

Kamis, 03 Februari 2011

Hak Cipta: KapanLagi.com/Ruswanto/dka
Kapanlagi.com - Bagi sebagian besar etnis Tionghoa, perayaan Tahun Baru Imlek memang selalu identik dengan pernak pernik berwarna merah, angpao, pertunjukan Liong dan Barongsai.

Hal tersebut pun ditekankan penting oleh penasehat spiritual, Ki Kusumo dalam perayaan Imlek tahun 2011 ini.

"Soal angpau bukannya tidak penting, karena memiliki makna filosofi transfer kesejahteraan atau energi. Transfer kesejahteraan dari orang mampu ke yang tidak mampu, dari orang tua ke anak-anak, juga dari anak-anak yang sudah menikah ke orang tua," papar Ki Kusumo saat dirinya sedang merayakan Imlek di Pasar Segar, Graha Raya, Bintaro, Tangerang (3/2).


Pun dengan pagelaran Liong dan Barongsai yang dirasa sangat perlu. "Soalnya dalam kepercayaan orang Cina, Liong dan Barongsai merupakan lambang kebahagiaan dan kesenangan. Tarian Singa dipercaya merupakan pertunjukan yang dapat membawa keberuntungan," lanjut Ki Kusumo.

Namun menurut produser yang juga merupakan Ketua Umum Asosiasi Liong dan Barongsai Seluruh Indonesia (ALBSI) ini, ada yang lebih penting dari itu semua dalam memaknai Tahun Baru Imlek.

"Selain berharap berkah dan kemudahan dalam menyongsong tahun-tahun berikutnya, kita tentunya mendambakan kebersamaan, persaudaraan dan kasih di antara kita semua bisa lebih terjalin," ujar Ki Kusumo.

Karenanya, dalam perayaan Imlek tahun ini, Ki Kusumo mengajak semua pihak untuk merenung sejenak, berdoa bersama. Baik untuk keselamatan diri, keluarga, bangsa dan negara. "Imlek tahun ini hendaknya dijadikan cermin untuk melangkah lebih baik di tahun depan. Apalagi, tahun 2011 shionya adalah kelinci yang memiliki makna kebangkitan dan keberuntungan," pungkas Ki Kusumo.
Sumber: (kpl/ato/boo)

Festival Barongsai Piala Walikota Jakarta Timur Sukses

Sabtu, 26 Juni 2010

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Festival Barongsai memperebutkan Piala Walikota Jakarta Timur yang digelar selama dua hari di Kramat Jati Plaza, ditutup Asisten Perekonomian  Jakarta Timur, Drs Sutia, MH, Minggu malam (20/6/2010).

Dalam sambutannya, Sutia mengaku bangga dengan prestasi atlit-atlit Liong dan Barongsai dari Jakarta Timur yang telah menunjukkan kemampuannya bertanding.


"Para pemenang, nantinya akan mewakili Jakarta Timur dalam Kejurda," ungkap Sutia.


Sutia menambahkan bahwa festival yang diadakan atas hasil kerjasama dengan Persatuan Liong dan Barongsai Seluruh Indonesia (PLBSI) DKI Jakarta ini tak hanya untuk menjaring atlit Liong dan Barongsai, namun juga bertujuan untuk melestarikan dan menumbuhkembangkan seni budaya bangsa Indonesia.

Untuk itu, tahun depan pihaknya berencana menyiapkan anggaran khusus untuk Liong dan Barongsai di wilayah Jakarta Timur.

Ketua PLBSI DKI Jakarta, Ki Kusumo menyambut gembira respon dari Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur. Apalagi melihat antusias masyarakat yang datang di festival tersebut lumayan tinggi.

"Ini artinya kehadiran Liong dan Barongsai makin diminati masyarakat," tandas Ki Kusumo.

Festival Liong dan Barongsai memperebutkan Piala Walikota Jakarta Timur, mempertadingkan 4 kategori, yaitu Barongsai Lantai, Semi Lantai, Peking Sai dan Liong. Masing-masing diikuti oleh 30 Tim Liong dan Barongsai yang ada di wilayah Jakarta Timur.

Hadir dalam acara tersebut, Kasudin Kebudayaan Kota Administrasi Jakarta Timur, Kepala Dinas Pariwisata dan kebudayaan DKI Jakarta, Sekjen PB PLBSI, Kepala UPT Monas, Kapolsek Kramat Jati dan Pengurus PLBSI DKI Jakarta.

BERIKUT PEMENANG KATEGORI PEKINGSAI:

JUARA I - Asosiasi Beladiri Wing Chun Indonesia

JUARA II - Singa Mas

JUARA III - Huang Ho Say

KATEGORI LANTAI:

JUARA I - Huang Ho Say A

JUARA II - Huang Ho Say C

JUARA III - Singa Mas

KATEGORI SEMI LANTAI:

JUARA I - Huang Ho say B

JUARA II - Huang Ho Say A

JUARA III - Asosiasi Beladiri Wing Chun Indonesia (Juara III).

KATEGORI LIONG:

JUARA I - Ching Lung A

JUARA II - Ching Lung B

JUARA III- Belpas

Ki Kusumo Akan Luncurkan IP MAN

Senin, 31 Mei 2010

Jakarta SP Kisah heroik IP Man, seorang master beladiri Wing Chun yang diangkat dalam  film IP Man 2, membuat paranormal Ki Kusumo turut bangga.

Alasannya tak hanya karena film tersebut saat ini sedang mendunia atau banyak diserbu penonton, namun lantaran Ki Kusumo tercatat sebagai salah satu pewaris W ing Chun Kungfu aliran IP Man di Indonesia.

"Saya berlatih Wing Chun Kungfu cukup lama," tuturnya kepada wartawan,


Yang melatih Ki Kusumo adalah murid Ip Man langsung. Dia adalah Grandmaster Si Fu Kang  Sin Sin, rekan satu latihan dengan Bruce Lee.

Di Indonesia, Si Fu Kang Sin Sin adalah 'profesor' beladiri yang sukses memodifikasi tehnik-tehnik Wing Chun sehingga semakin bervariasi dan lebih berbobot.

Selain itu, Si Fu Kang Sin Sin juga merupakan penasehat Persatuan Liong dan Barongsai Seluruh Indonesia (PLBSI) Pengurus Propinsi DKI Jakarta.

Sepeninggal Si Fu Kang Sin Sin, April silam, Ki Kusumo merasa turut terpanggil untuk mengembangkan dan membesarkan Wing Chun Kungfu di Indonesia.

"izinnya sedang dalam proses," imbuh Ki Kusumo.

Menurutnya, di Indonesia banyak tersebar perguruan Wing Chun. Namun hanya sedikit yang benar-benar aliran IP Man.

Untuk memfasilitasi mereka yang ingin berlatih dan demi mempersatukan Wing Chun Aliran IP Man, bersama rekan-rekan satu perguruan, Ki Kusumo kini merintis wadah baru dalam bendera Wing Chun Indonesia aliran IP Man.

"Awal bulan depan akan kita publikasikan dan segera kita sosialisasikan ke
masyarakat luas," paparnya.

Wing Chun Kungfu adalah adalah beladiri yang tidak sekadar mengandalkan
otot, namun mematikan. Tehnik atau gerakan yang diajarkan serba cepat dan tepat ke titik sasaran lawan.

FORMULIR KEMITRAAN

Klik di sini untuk pengisian formulir kemitraan usaha waralaba
Kotak Makanan Lunch Box dan Kardus Packing

Popular Posts

 
Support : Webrizal | Tutorial | My Opini
Copyright © 2009-2021. RUBY Digital Printing Pesan Jemput Antar 081385386583 - All Rights Reserved
Template Recreated by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger