English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Waroeng D'Har Jatiwaringin - Tahu Isi Medan

Jumat, 02 Desember 2011

Khas Medan Deli, terlahir sedjak 1958
Ada Kelezatan Unik Lontong Medan vs Soto Udang Medan

Gampang dicarinya di kawasan jalur Jatiwaringin depan apotek Kimia Farma
Jatiwaringin - bukankelanakuliner.com
Macam mane rasanye, bile kite nak makan siang tapi tengah terjebak di krodidnye macat jalan raye?

Cubelah tengok jalur Jatiwaringin - Kalimalang, setiap pagi dan petang hari, lambatnye kendaraan motor merayapi jalur sepanjang pintu tol Jatiwaringin - Kalimalang bulak balik. Ini bise jadi pertande bagus bagi para pengusahe apapun itu yang berlokasi di sepanjang jalur itu.



Namun tiade mudah membuke usahe di jalur keramaian lalu lintas nan sering merayap lambat itu, banyak usahe semacam resto dan warung makan yang buke tutup dalam usie seumur jagung.

Aneka pilihan minuman segar yang OK
Kalau kita bicara sajian makanan melayu dan Anda termasuk penyuka masakan Melayu, maka kini Anda tak perlu repot lagi mencari di sekitar jalur wisata kuliner Jatiwaringin.


Ya meskipun jalur macet ini bisa jadi sangat mengesalkan para pengguna kendaraan terutama pada hari-hari tertentu, namun untuk mencari beragam pilihan kuliner Anda tak perlu kuatir kesulitan mencarinya. Termasuk aneka sajian masakan Medan Deli.

Akrab di lidah orang Jatiwaringin
Siapa yang tak kenal dengan Deli Serdang, pusat budaya dan peradaban Muslim Melayu di Sumatera Utara, yang memiliki beragam pilihan kuliner. Nah di Warung D'Har inilah Anda bisa menemukan kelezatan khas Melayu Medan Deli Serdang.

Jika Anda berkunjung ke sana serasa seperti mencium aroma khas Sumatera Utara khususnya budaya Muslim Melayu Deli.

Buka dari pagi jam 07.00 s/d 24.00 malam.. asyik
Di tempat yang buka mulai dari jam 06:00 pagi s/d jam 20:00 malam dengan kapasitas pengunjung hingga 26 kursi ini Anda bisa menikmati aneka sajian khas Medan Deli mulai dari Lontong Medan, Nasi Gurih, Tahu Isi Medan hingga yang jarang ditemui di Jakarta, yakni Soto Udang. Hmmmm, dijamin lidah menari tak mau henti hingga habis makanan ditelan. Dan banyak lagi pilihan menu makanan Medan Melayu lainnya yang begitu menggoda selera.

Ibu Dewi Desmartiani
Untuk minumannya pun Anda bisa pesan mulai dari Es Campur Tebak, Juice Terong Medan hingga Teh Tarik. Wah benar-benar seperti di Kota Medan.

Warung Makan D'Har yang dimiliki oleh pak Raden Haryanto, ayah dari dua anak ini bernuansakan warna kuning hijau. Lelaki kelahiran Ponorogo ini adalah pensiunan dari perusahaan besar yang bergerak di bidang telekomunikasi, yang bermitra dengan Indosat.

Lalu bagaimana bisa orang Ponorogo asli, membuat makanan asli khas Melayu? Nah di sini rahasianya, rupanya sang istri rupanya masa kecilnya dibesarkan di kota Medan oleh orangtuanya. Bukanlah satu kebetulan, bila istrinya pajk Raden Haryanto, yakni ibu Dewi Desmartiani, jago masak, khususnya masakan Melayu Medan Deli.

Ibu Dewi, yang berdarah Banten ini, sangat suka sekali memasak, dan makanan favoritnya justru masakanb Medan Deli. Hampir semua masakan Medan Melayu Muslim dikuasainya.

Surya Nugroho - anak pertama
Sayang di sayang, rumah makan bernuansa Melayu Medan ini baru punya satu tempat saja. Tapi, pak Raden Har menegaskan bahwa dirinya sedang mempersiapkan satu cabang baru lainnya setelah RM Waroeng D'Har pertamanya ini berjalan pesat dan ramai pengunjung. Mungkin di pertengahan tahun 2012, RM Waroeng D'Har akan buka cabang ke-2.

"Kebetulan ada kenalannya yang buka rumah makan serupa khas Medan Melayu di kawasan Jakarta Selatan, Kedai Mamak namanya" ujar Pak Raden Har, yang memberikan kepercayaan kepada kedua anaknya (Havis dan Surya) untuk ikut andil mengembangkan usaha rumah makannya sebagai pengelola website resmi Waroeng D'Har, yakni http://www.tahuisimedan.com dan http://www.waroengd-har.com

Muhammad Havis Risadsono - anak kedua
Kayaknya kalau Anda memang benar-benar tertarik menikmati makanan khas Melayu Medan khususnya Deli, silakan saja kunjungi Waroeng D'Har yang berada di lokasi jalur Jalan Jatiwaringin. Pas buat kantong Anda dan pas di lidah keluarga. Untuk reservasi silakan hubungi (021)9346.1965 - 081385.386.583.

Sidik Rizal - kulinerkuliner.com

Kedai Mamak: Makanan Khas Melayu Medan di Cassablanca Jaksel

Kamis, 18 Februari 2010

Halalan Thayiban buat Obati Kerinduan
Para Melayu Medan di Tebet

Tebet, kelanakuliner.com

Mencari makanan khas Melayu, khususnya bagi para perantau dari tanah Medan di luar Sumatera memang lumayan sulit, apalagi yang ada di kota metropolitan seperti Jakarta. Namun begitu sesuai dengan karakter kebanyakan orang Melayu Medan yang suka merantau, maka kini kian bertambah saja pengusaha yang menyediakan makanan khas Melayu Medan, yang terkadang orang masih salah kira bahwa masakannya identik dengan masakan Batak Medan. Perbedaannya memang sangat mencolok, untuk makanan khas Melayu Medan seperti di Kedai Mamak semuanya Halal dan bisa dikonsumsi oleh setiap muslim.

Mencoba makanan di Kedai Mamak maka seperti masuk ke mesin waktu dan membawa Anda langsung Medan kota dan sekitarnya di mana banyak sekali sajian khas yang memang perpaduan antara masakan India, Cina, Melayu, Thailand dan Arab. Coba saja salah satu menu yang nikmat untuk disantap pagi hari, Lontong Medan plus Juice Terong Medan. Walau kelanakuliner sudah makan beberapa porsi dari menu-menu aneh selama wawancara kuliner, tapi masih bisa dan sanggup menikmati menu khas melayu yang lezat dan pas buat lidah kebanyakan orang Indonesia ini.

Sang pemilik Kedai Mamak, Hapid Mansyur, sebenarnya adalah asli melayu berdarah Banten. Sedangkan istrinyalah yang kelahiran Medan dan berdarah melayu Medan. Biarpun Hapid dan mengakui agak kesulitan mengangkat nama Kedai Mamak dengan sebutan makanan khas Medan, tapi dia tetap yakin menggunakan nama resto makanan khas Medan sambil melanjutkan proses edukasi pemahaman bahwa setiap nama resto masakan khas Medan tidak identik dengan masakan Batak.

"Itulah sebabnya kami menuliskan kata salam di depan pintu masuk Kedai Mamak, agar orang bisa tahu bahwa ini adalah warung makan bagi muslim dengan khas Medan." ungkap Hapid kepada kelanakuliner.com. "Lihat dan cobalah menu unggulan kami, mulai dari Lontong Sayur Medan, Mie Keling, Sate KErang, Es Campur Medan dan Jus Terong Belanda," papar Hapid. Semuanya jelas halal, dan sebenarnya banyak sudah orang Medan baik yang Batak maupun Melayu dan mereka yang sudah lama tinggal di Medan mengetahui bahwa di Kedai Mamak menyediakan segala menu yang bisa mengobati kerinduan mereka pada Medan. 

Penasaran dengan makanan Medan, kebetulan kelanakuliner.com pernah pergi ke kota terbesar nomor 3 di Indonesia ini. Salah satunya adalah Lontong Sayur Medan. Hmmmm, rasa kenyang perut, tak jadi halangan bagi saya untuk kembali menikmati setengah porsi menu lontong sayur khas Medan ini. Walau cuma setengah porsi, tapi terasa banyak untuk dihabiskan sendirian. Tapi rasa khas bawang putih, seledri dan bumbu kacangnya yang benar-benar mengingatkan saya dengan jalan raya Padang Bulan di dekat kampus besar USU. Hmmmm, ini masakan Medan, Bung!

Saya setuju... kalau Lontong Sayur Medannya memang terasa Medan Kali Bung! Mantabbbsss (saking mantapnya pake 3 b dan 3 s, coy). Sedangkan minuman khas Medannya, Jus Terong Belanda, lumayan segar dan asam manis yang pas banget kalau dinikmati setelah makan Mie Keling alias Mie Kuah Medan. Kalau nggak terasa Medannya, apa kata dunia? Dermikian istilahnya kalau Anda sudah masuk ke Kedai Mamak ini.


Dan kalau Anda mau mencoba semua yang bernuansa Medan khususnya makanan Melayu... ta tinggal pesan saja. Dalam waktu kurang dari 10 menit, maka sajian akan siap untuk disantap di depan Anda, baik yang dingin maupun yang hangat-hangat atau panas. Tinggal selera kita saja.

Untuk menu makanan panasnya adalah Mie Keling,  Mie Kuah khas Medan ini sebenarnya adalah campuran Mie Aceh yang panjang dan besar serta tebal, ditambah Bihun Medan yang putih dan gurih, kemudian kuahnya yang kental seperti dicampur maizena, memang terasa klop saat disantap bersama Sate Kerang... Mak Kronyos! Hehehehe kira-kira gitu deh rasanya...

Dan anehnya sang pemilik, Hapid menawarkan saya untuk mencoba menu lainnya yang sebenarnya saya sudah tidak sanggup lagi, tapi... dia mengerti... "Bungkus aja deh!"

Semua menu yang dicoba kelanakuliner hari itu, benar-benar sangat  memuaskan mulai dari pelayanan dan menu masakannya yang gak "nganehin" lidah melayu penikmatnya. Kedai Mamak makanan khas Medan memang pantas untuk Anda kunjungi, khususnya buat mereka yang mau kembalui merasakan sensasi Melayu Medan di Kota Jakarta yang sama panasnya ini sekaliopun di musim hujan.

Mau mencobanya? Silakan kunjungi Jl. Abdullah Syafe'i No.30 (samping Mamink Daeng Tata Arah ke Kuningan, Cassablanca Jakarta Sleatan. Untuk reservasi (sebaiknya pemesanan via telepon karena sering sekali kehabisan sebelum jam 5.00 sore) di (021) 829.34671 atau  (021) 9275.2651 bisa juga mengunjungi web blogsnya di www.kedaimamak01.blogspot.com
Khusus untuk membuka cabang Kedai mamak di wilayah Anda, hubungi saja Hapid Mansyur di 0812.110.2622
sidikrizal-dobeldobel.com

FORMULIR KEMITRAAN

Klik di sini untuk pengisian formulir kemitraan usaha waralaba
Kotak Makanan Lunch Box dan Kardus Packing

Popular Posts

 
Support : Webrizal | Tutorial | My Opini
Copyright © 2009-2021. RUBY Digital Printing Pesan Jemput Antar 081385386583 - All Rights Reserved
Template Recreated by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger