English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Ki Kusumo Gaet Arumi Bachsin

Kamis, 26 April 2012

"Film anak butuh artis berbakat & cantik seperti Arumi"

Arumi Bachsin dan Ki Kusumo di Pelantikan Pimpinan Anak Cabang KPMP
VIVAnews
Ki Kusumo nampaknya serius untuk mengeluarkan film terbarunya bergenre film edukatif anak. Dalam penggarapan film yang rencananya akan syuting bulan Mei mendatang, Ki Kusumo berencana akan menggaet artis cantik Arumi Bachsin.

"Banyak talent baru di dunia perfilman, tetapi kali ini saya akan mengajak Arumi Bachsin."ujar Ki Kusumo kepada VIVAnews.com, ditemui di Konferensi Pers KPMP, diKawasan Matraman, Jakarta Pusat, Rabu 25 April 2012. Menurutnya film anak ini butuh artis berbakat dan cantik seperti Arumi.


Ki Kusumo akan mengangkat film anak dengan judul "Para Pembela Bumi". Ada alasan mengapa ia ingin membuat film tersebut, salah satunya yaitu ia merasa prihatin dengan film yang ada sekarang. Apalagi film anak masih belum teralu banyak.

Film ini tidak hanya sebagai tayangan hiburan, tetapi akan tersimpan pesan moral. Tujuannya adalah untuk mengajarkan rasa hormat dan tidak durhaka pada orang tua.

Ditanya soal budjet untuk penggarapan film tersebut, Ki Kusumo mengaku masih merahasiakan."Banyak dananya, karena banyak lokasi syuting diluar negeri seperti Hongkong, Thailand, dan Malaysia,"ujarnya.

Ki Kusumo Jadikan Anaknya 'Para Pembela Bumi'

Selasa, 07 Februari 2012

JAKARTA- Usai merampungkan film Drakula Cinta, paranormal yang juga produser film, Ki Kusumo bersiap membuat film baru lagi berjudul Para Pembela Bumi. Di film ini, dia kembali melibatkan anaknya, Axel Putra Kusuma.

"Saya memang akan membentuk dia supaya menjadi aktor. Kemarin dia kan sudah syuting film Drakula Cinta, nanti dia juga akan syuting lagi film Para Pembela Bumi," katanya saat ditemui di acara penutupan Cap Go Meh di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Pondok Gede, Jakarta, belum lama ini.


Sebagai bukti keseriusannya menjadi Axel seorang aktor, Ki Kusumo selalu melibatkan anaknya di setiap acara. Tak hanya membekali Axel ilmu akting, dia juga membekali sejumlah keahlian ilmu bela diri.

"Ini serangkaian acara imlek penutupan pekan budaya Tionghoa di Taman Mini, jadi hari ini saya di undang untuk memberikan sumbangsih, memberikan penampilan budaya-budaya Tionghoa. Axel saya libatkan untuk atraksi wushunya. Olah raga bela diri itu yang jauh lebih penting karena itu bisa memproteksi bukan hanya untuk dirinya tapi juga orang-orang yang dia cintai," jelasnya.

Meski banyak melakukan aktivitas, sekolah tetap menjadi prioritas utama. Apalagi, semua anak-anaknya dibekali ilmu bela diri, termasuk yang perempuan.

"Sekolah tidak ada masalah, dan yang saya lihat sih anaknya juga senang latihan. Jadi tidak ada masalah, sekolah tetap tidak terganggu, latihan kan di waktu-waktu senggang saja. Saya latih semuanya. Cuma yang laki ini lebih dulu maju dibandingkan yang perempuan," pungkasnya.(rik)

HIM Damsyik Dalam Kenangan Ki Kusumo

Jumat, 03 Februari 2012

Jakartapress.com - Orang yang merasa kehilangan atas meninggalnya HIM Damsyik adalah Ki Kusumo. Dimata paranormal yang juga produser film ini, Him Damsyik adalah sosok aktor legendaris.

“Beliau adalah aktor 3 jaman. Masih luar biasa, sampai hari terakhir masih eksis,” ujar Ki Kusumo usai pemakaman HIM Damsyik di TPU Karet Bivak Jakarta Pusat, Jumat (3/2).

Menurut Ki Kusumo, almarhum main film layar lebar terakhir bersama dirinya dalam film “13 Cara Memanggil Setan” yang diproduksinya.

“Di film saya, beliau berperan sebagai guru saya. Ada proses supranatural. Saya sudah lihat aura akan terjadi sesuatu,” sambungnya.

“Saya lihat selama syuting, seperti orang tua pada umumnya. Masih suka bercanda, tertawa-tawa. Atau Kadang kecapekan terus tiduran, atau sakit.”

Bahkan malam menjelang HIM Damsyik meninggal, Ki Kusumo merasakan firasat yang tak enak.
“Sekitar jam 8 malam, saya sempat ngobrol dengan beberapa wartawan. Saya bilang, akan ada artis senior yang akan meninggal, perasaan saya nggak enak. Setelah saya ngomong terjadilah, saya kaget juga, ternyata beliau yang meninggal,” tutup Ki Kusumo. [syah]

Drakula Cinta Segera Hadir Syuting di Romania

Kamis, 14 Juli 2011

Personil Drakaula Cinta
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Dalam waktu dekat, sebuah film layar lebar bergenre horor action berjudul ‘Drakula Cinta’ akan segera diproduksi dan mulai dilakukan pengambilan syutingnya di Negara Rumania.

Film yang dimainkan oleh Five Vi, Roni Dozer dan wajah-wajah baru di perfilman Indonesia tersebut akan dimulai 4 bulan kedepan dan akan dilepas ke pasar film Indonesia pada akhir 2011 nanti.


"Film ini dipastikan akhir tahun sudah bisa ditonton di seluruh bisokop Indonesia," kata Ki Kusumo, produser sekaligus sutradara Film Dracula Cinta saat ditemui Tribunnews, Kamis (14/7/2011).


Ki Kusumo berdoa bersama personil Drakula Cinta
Menurut Ki Kusumo, pemeran sentral dari filmnya ini akan diperankan oleh seorang wanita berwarganegaraan asing dan jauh dari indikasi artis porno.

"Nggak kita nggak pakai artis seperti itu (artis porno), kita yang lurus-lurus aja, meski didalam film tersebut ada sedikit buka-bukan namun tidak banyak, lebih banyak action laganya dalam film ini," jelas Ki Kusumo.
Plot film ‘Dracula Cantik’ dimulai dengan adanya seorang kolekter benda kuno yang menginginkan sebuah peti kuno yang berada di negara Rumania yang menurut kabarnya berisi dracula.

Five Vi salah satu pemeran film Drakula Cinta garapan Ki Kusumo
Lalu sang kolektor ini pun menyuruh beberapa orang untuk menyolong artifak dan peti kuno tersebut. Pencurian tersebut akhirnya berhasil dan peti kemudian dikirim ke si kolektor di suatu tempat.

Namun karena ada kesalahan pengiriman, (maklum kan diselundupkan) akhirnya peti kuno tersebut sampailah di Indonesia. Dan di Indonesia peti kuno itu tertukar dengan peti jenazah orang lain. Walhasil peti tersebut akhirnya sampai ke sebuah rumah duka yang tidak mengetahui bahwa peti tersebut berisikan Dracula Cantik.
Lalu bagaimana kisah selanjutnya? Yuk tunggu aja kehadiran film horor action ini.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Film Drakula Cinta siap syuting di Rumania. Film horor dengan bumbu adegan laga dan sensualitas ini, diperkirakan menyedot biaya Rp13 miliar.

"Saya ingin film ini jadi syuting film yang terbaik. Karena syutingnya 50% di Rumania dan sisanya di Jakarta dan Bandung, otomatis biayanya jauh lebih besar. Diperkirakan mencapai Rp13 miliar,” ungkap produser Drakula Cinta, Ki Kusumo dihubungi telepon selulernya, Senin (13/6/2011).

Ki Kusumo menjelaskan, hingga saat ini, pihaknya tengah menyeleksi semua pemainnya. Beberapa nama yang dipastikan sudah mendapat peran adalah Five Vi dan pendatang baru seperti Davva Dirat, Alda dan Aura.

Menyinggung adanya beberapa artis pendatang barunya, Ki Kusumo mengakui bahwa artisnya yang terbilang baru itu mempunyai kemampuan yang tidak kalah hebatnya dengan artis yang sudah berkiprah di dunia akting.

Yang pasti, menurut Ki Kusumo, mereka semua berbakat, cantik dan seksi. Sebab di film ke tujuhnya ini, memang ada beberapa adegan seksi. Namun, unsur horor dan adegan laga tetap akan ditonjolkannya.

"Di antara horor yang mencekam, terselip juga keindahan," seloroh Ki Kusumo.

Khusus untuk bintang yang memerankan sang drakula, Ki Kusumo masih mengincar artis eropa yang bule.
"Semua pemainnya lagi dalam proses. Untuk pemeran drakulanya, saya lagi nyari artis bule, tapi bukan artis yang porno," tandas Ki Kusumo.

Jakartapress.com - Agaknya, niat Ki Kusumo untuk meramaikan bursa perfilman tanah air tak pernah surut. Kini produser film yang juga seorang paranaormal itu kembali membuat film berjudul Drakula Cinta. Di film ketujuhnya, Ki Kusumo berencana melakukan syuting di Rumania.

“Kami tengah menyiapkan lokasinya. Nantinya, separo syutingnya di sana (Rumania) dan sisanya di Jakarta. Biar suasananya beda dan makin menambah greget film ini,” ungkap Ki Kusumo disela acara pertemuan artis-artis PARFI di Jakarta (31/5).

Berbeda dengan film yang mengangkat tema drakula pada umumnya. “Di film ini drakulanya adalah perempuan yang cantik. Karena dia adalah drakula dari Eropa, pastinya pemeran utamanya adalah perempuan asing alias bule,” imbuh Ki Kusumo.

Film Drakula Cinta adalah film horor. Berkisah tentang pembunuhan beruntun seorang drakula dengan cara memperdaya korban lewat kecantikannya. Kemunculan sang drakula, berawal dari tertukarnya peti jenazah di bandara.

Satu peti jenazah manusia yang hendak dibawa ke daerah tertukar dengan peti drakula yang sedang transit di Jakarta. Peti drakula itu sejatinya adalah benda kuno hasil pencurian dari sebuah museum di Rumania.
“Film ini sedikit berbeda dari film saya yang sebelumnya. Banyak perubahan yang akan saya lakukan," jelasnya.

Salah satu perubahan yang dilakukan selain dari segi cerita dan para pemainnya adalah pemilihan sutradara. “Mungkin saya akan mengajak sutradara ternama Indonesia. Karena belum deal, saya belum berani memunculkan namanya,” pungkasnya.  @syahnoer

Ki Kusumo: Film Impor Ditarik, Film Nasional Untung

Minggu, 20 Februari 2011

Ki Kusumo, Produser Film
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Polemik tentang ditariknya film asing dari seluruh cineplek di tanah air, membuat pemilik Rumah Produksi Putra Kusuma Pictures, Ki Kusumo angkat bicara. Kebetulan, Film 13 Cara Memanggil Setan yang diproduserinya, baru akan rilis di bioskop 7 April mendatang.

Menurut Ki Kusumo, dengan tak ada lagi film impor, film nasional memiliki kesempatan lebih luas untuk menjangkau penonton. “Film nasional lebih untung. Kesempatannya lebih terbuka lebar. Baik dalam hal menarik market penonton atau untuk bersaing dengan film-film kita sendiri,” papar Ki Kusumo, di bilangan Minggu (19/2/2011).


Ki Kusumo menambahkan bahwa ditariknya film asing, setidaknya bisa memacu rumah produksi lokal, untuk lebih berkarya menghasilkan film-film yang bermutu.

“Kehadiran film asing sebenarnya hanya untuk pembanding industri perfilman kita. Momen ini, seharusnya kita jadikan cermin untuk berkarya lebih kreatif dengan menghasilkan film yang benar-benar bermutu. Sehingga penonton yang biasa menonton film asing bisa berpindah ke film nasional,” sambung Ki Kusumo.

Meski awalnya terasa sulit, namun Ki Kusumo yakin penonton kita akan terbiasa. “Peralihan ini akan mengagetkan masyarakat. Namun lama-lama, akan terbiasa. Toh dulu, saat film nasional kita berjaya, juga tak ada film asing. Dan bioskop tetap saja dibanjiri pengunjung,” lanjut Ki Kusumo.

Yang paling dikawatirkan Ki Kusumo, justru pembajakan film makin merajalela. “Masih banyak orang Indonesia yang fanatik dengan film asing. Jika di bioskop tak ada, mereka akan mencari VCD atau DVD. Faktor inilah yang makin menyuburkan praktek pembajakan film, yang tak menutup kemungkinan film nasional kena imbasnya. Jadi kita juga yang rugi,” pungkas Ki Kusumo. (*)

Jangan Pernah Coba 13 Cara Memanggil Setan

Selasa, 15 Februari 2011

Ada yang berbeda dari film 13 Cara Memanggil Setan, produksi Putra Kusuma Pictures yang bakal rilis di bioskop 7 April mendatang.

Muaranya, tak sekadar dari adegan-adegan horor yang mencekam dari awal hingga akhir, lantaran digarap A Liung Wong, Sutradara asal Hongkong. Atau dari akting Debby Ayu dan Five Fi yang boleh dibilang sangat ‘berani’.

Menurut Produser 13 Cara Memanggil Setan, Ki Kusumo, film ketiganya ini merupakan film horor yang benar-benar diangkat dari kisah nyata.
“13 Cara Memanggil Setan bukan film horor biasa. Kitab Serat Jawa Kuno yang diceritakan dalam film 13 Cara Memanggil Setan itu asli, yang bisa dibaca untuk memanggil makhluk dari alam lain. Tak perlu mantra, puasa atau nglakoni,” terang Ki Kusumo, Selasa (15/2/2011)

Meski disajikan dalam bentuk film, Ki Kusumo mengingatkan untuk tidak mencobanya di rumah, usai menonton film tersebut.

“Siapapun yang menonton film 13 Cara Memanggil Setan, akan tahu cara-cara memanggil setan. Jadi jangan pernah mencoba cara-cara memanggil setan itu di rumah,” imbuh Ki Kusumo dengan mimik serius.

Selain menghibur, Ki Kusumo berharap masyarakat yang menonton 13 Cara Memanggil Setan mendapat wawasan baru, terkait dengan ‘alam gaib’ yang ada di sekitar kita.
 
“Bisa tahu cara-cara memanggil setan setelah menonton film ini saja sudah cukup. Film ini bisa menambah wawasan, khususnya buat mereka yang percaya adanya alam lain. Buktikan nanti di bioskop mulai 7 April 2011,” ujar Ki Kusumo lagi.

Film 13 cara Memanggil Setan berkisah tentang enam remaja yang menemukan Kitab Serat Jawa Kuno, berisi cara-cara memanggil setan.

Meski sudah tertera larangan untuk tidak membuka, membaca, apalagi mempraktekkannya, namun keenam remaja itu penasaran dan tetap nekat melanggarnya. Akibatnya, mereka terjebak dalam alam antah berantah yang ending-nya berujung dengan kematian. (Day) 

Sumber : Berita8

Ki Kusumo: "Saya ini pedagang film..."

Rabu, 05 Januari 2011

Ki Kusumo saat acara presscon film 13 Cara Memanggil Setan
FILM bertema komedi horor dan seks diprediksi akan tetap menjadi leader market di bioskop Indonesia. Hal tersebut dikatakan oleh Ki Kusumo, paranormal yang beberapa tahun terakhir juga terjun ke bisnis produksi film.

“Tahun 2011 masih dikuasai film bertema komedi seks dan horror,” kata Ki Kusumo pada Kabar FILM, saat pergantian tahun 2010-2011 di rumahnya, Kemang Pratama, Bekasi, Sabtu (1/1/2011).


Prediksi itu kata dia, dilihatnya bukan melalui terawangan atau ramalan yang biasa ia lakukan. “Data konkrit yang menjadi tren di jaringan XXI dan bioskop 21, selama 2010 memperlihatkan indikasi akan berlanjutnya film tema komedi seks dan horror pada tahun 2011,” kata Kusumo, yang sebentar lagi akan mengeluarkan film 13 Cara Memanggil Setan.

Ki Kusumo saat menampilkan gerakan kungfu Wingchun
Sebagai pemilik badan usaha PT Putra Kusuma Production, Ki Kusumo berharap tahun 2011 film nasional tetap meriah. “Saya ini pedagang film, jadi kalau bicara produksi film, harus yang bisa dijual dan memberi keuntungan. Film komedi seks dan horror itulah yang banyak disukai penonton film Indonesia. Makanya, saya berharap film nasional akan tetap diminati masyarakat,” ungkap Ki Kusumo.

Ketika ditanya apakah dia hanya mengandalkan komersialisasi film, Kusumo mengatakan masih punya idealisme. “Tidak selalu saya buat film komersial. Di tahun 2011 ini, saya sudah siapkan tiga judul film, satu diantaranya yang ceritanya tentang hubungan anak dan bapak. Ini yang saya sebut ideal. Dua film lainnya, tetap yang komersil,” ujar Kusumo.

Soal film yang akan dibuatnya dan berkatagori ideal itu, menurut Kusumo, sama sekali tidak mempertimbangkan keuntungan. “Saya buat film itu tidak mikir untung atau rugi. Yang jelas, saya ingin dapat pencitraan saja. Sekali-sekali bikin film yang normal hehehe,” ujar Kusumo.

Ki Kusumo in action pada konpers film 13CMS
Acara malam tahun baru di kediaman Kusumo ditandai pesta ribuan kembang api dan dihadiri artis pendukung film 13 Cara Memanggil Setan. Menjelang pergantian tahun diadakan doa bersama dan hiburan warga berupa organ tunggal.

“Tahun 2011 adalah tahun Kelinci Kayu, akan banyak orang yang tertipu oleh kelinci ini. Jadi, harus lebih berhati-hati karena akan muncul masalah-masalah dan tantangan baru yang harus ditanggapi secara tepat dan jernih,” katanya. (tis)

Trailer Film 13 Cara Memanggil Setan

Sabtu, 01 Januari 2011

Trailer Film 13 Cara Memanggil Setan

Senin, 01 November 2010

Ki Kusumo Akan Luncurkan IP MAN

Senin, 31 Mei 2010

Jakarta SP Kisah heroik IP Man, seorang master beladiri Wing Chun yang diangkat dalam  film IP Man 2, membuat paranormal Ki Kusumo turut bangga.

Alasannya tak hanya karena film tersebut saat ini sedang mendunia atau banyak diserbu penonton, namun lantaran Ki Kusumo tercatat sebagai salah satu pewaris W ing Chun Kungfu aliran IP Man di Indonesia.

"Saya berlatih Wing Chun Kungfu cukup lama," tuturnya kepada wartawan,


Yang melatih Ki Kusumo adalah murid Ip Man langsung. Dia adalah Grandmaster Si Fu Kang  Sin Sin, rekan satu latihan dengan Bruce Lee.

Di Indonesia, Si Fu Kang Sin Sin adalah 'profesor' beladiri yang sukses memodifikasi tehnik-tehnik Wing Chun sehingga semakin bervariasi dan lebih berbobot.

Selain itu, Si Fu Kang Sin Sin juga merupakan penasehat Persatuan Liong dan Barongsai Seluruh Indonesia (PLBSI) Pengurus Propinsi DKI Jakarta.

Sepeninggal Si Fu Kang Sin Sin, April silam, Ki Kusumo merasa turut terpanggil untuk mengembangkan dan membesarkan Wing Chun Kungfu di Indonesia.

"izinnya sedang dalam proses," imbuh Ki Kusumo.

Menurutnya, di Indonesia banyak tersebar perguruan Wing Chun. Namun hanya sedikit yang benar-benar aliran IP Man.

Untuk memfasilitasi mereka yang ingin berlatih dan demi mempersatukan Wing Chun Aliran IP Man, bersama rekan-rekan satu perguruan, Ki Kusumo kini merintis wadah baru dalam bendera Wing Chun Indonesia aliran IP Man.

"Awal bulan depan akan kita publikasikan dan segera kita sosialisasikan ke
masyarakat luas," paparnya.

Wing Chun Kungfu adalah adalah beladiri yang tidak sekadar mengandalkan
otot, namun mematikan. Tehnik atau gerakan yang diajarkan serba cepat dan tepat ke titik sasaran lawan.

Trailer Film The Police Part 1

Senin, 26 Oktober 2009

Putra Kusuma Pictures Buat Film THE POLICE

Rabu, 16 September 2009

Sebuah helikopter polisi terbang rendah mengitari bundaran Hotel Indonesia Jakarta. Di bawahnya, nampak mobil hitam bernomor B 2 KJ meluncur dengan dengan kecepatan tinggi, diikuti beberapa patroli polisi. Sesekali suara letusan senjata api terdengar memecah keriuhan suasana di siang bolong jalanan ibukota.

Aksi kejar-kejaran dan baku tembak yang menegangkan itu, berakhir menggelikan. Roy (Fairly Wattimena), gembong penjahat yang memimpin aksi tersebut berhasil meloloskan diri, hanya karena berpindah ke mobil bajaj. Tawanya meledak, bangga merasa dirinya bisa mengelabuhi polisi. Padahal, itu hanya strategi Komandan Surya (Ki Kusumo), sosok polisi berpangkat Komisaris Besar yang tegas dan menggelikan, agar bisa mengetahui keberadaan sarang mafia Coki (Ferry Irawan), bos besar dari Roy.


Ya. Jaringan mafia Coki cs memang meresahkan masyarakat. Dengan menggandeng Govinda Kumar (Ferry Fernandez), mafia narkoba dari India, Coki mengepakkan sayapnya di bisnis barang haram tersebut. Namun berkat kesigapan polisi dibawah kendali Komandan Surya yang menggabungkan empat personil terbaiknya, sindikat narkoba besar-besaran berhasil diringkus. Tentu saja, setelah melewati perjalanan panjang, menegangkan, konyol dan lumayan rumit.

Tiga diantara personil itu adalah teman satu angkatan semasa pendidikan polisi. Mereka berasal dari daerah berbeda. Jono (Vino G Bastian), berdarah Betawi, gokil dan menyebalkan, Ucok (Teguh Leo), asli Batak khas dengan logat kerasnya, dan Albert (Diaz Theo) dari Ambon yang jago otomotif. Semuanya memiliki kisah masing-masing dalam menjalani profesi sebagai polisi. Yang memilukan hingga menggelikan.

Ditangan A Leung Wong—Sutradara handal dari Hongkong yang kerap menggarap film-film Stephen Chow, tiap adegan dari film ini sarat dengan aksi yang menegangkan. Dengan bumbu komedia yang segar, A Leung Wong siap mengocok perut Anda.

Lewat mata kamera, A Leung Wong begitu fasih memanfaatkan alur cerita. Pertentangan peran menuju titik klimaks digambarkan begitu apik.

Jono dengan ayahnya H. Dulloh (H Malih) misalnya. Status sang ayah yang begitu kolot dibesut dengan pribadi sang anaknya yang hidup di era modern. Di usia yang cukup matang dengan profesi sebagai polisi, H Dulloh berharap anaknya segera menikah. Sebaliknya, hidup menjomblo juga bukan pilihan Jono.

Dibantu Ucok—sahabatnya, Jono berusaha mengejar cintanya. Sialnya, cinta Jono justru jatuh pada sosok gadis bernama Anita (Marrisa Nasution), yang belakangan diketahui adalah atasan Jono. Anita tipikal Polwan jujur dan berprestasi, disamping memiliki paras yang cantik, yang ditugaskan Komandan Surya untuk bergabung di tim pemberantasan jaringan mafia Coki Cs. Lantas, bagaimana ending kisah cinta mereka?

Peran Vino G Bastian sebagai Jono dalam film THE POLICE benar-benar di pertaruhkan. Adegan penyamaran yang mengharuskan dirinya menjadi waria, atau mesti tampil syur dengan memamerkan pantatnya, benar-benar dihayati Pemeran Pria Terbaik FFI 2008 ini. Adegan-adegan berbahaya yang menegangkan dan penuh tantangan, mampu dijalani Vino G Bastian dengan mulus.

“Film ini sarat dengan tantangan dan adegan action yang berbahaya, lengkap dengan peralatan taktis serta persenjataan milik polisi seperti helikopter, kapal perang hingga tank lapis baja. Meski demikian, kami mencoba mengemasnya dengan bumbu komedi. Drama percintaan dan aksi yang menegangkan, menjadi lain daripada yang lain jika dipadukan dengan komedi. Tentu saja tidak mengurangi citra polisi di mata masyarakat,” terang Ki Kusumo, Executive Producer Putra Kusuma Picture.

Selain Vino G Bastian dan para artis muda berbakat seperti, Marrisa Nasution, Ferry Irawan, Teguh Leo, Diaz Theo, Fairly Wattimena dan Ki Kusumo, serta di dukung H Malih, beberapa petinggi di lingkungan polisi turut tampil di film ini.

Film Title THE POLICE
Film Category COMMEDY - ACTION
Duration 90 Menit
Production PUTRA KUSUMA PICTURE
Executive Producer KI KUSUMO,ANGGIA NOVITA
Producer AXEL PUTRA KUSUMA
Co Producer RANINDIRA
Director A LEUNG WONG
Co Director BUDI PURNOMO
Staring VINO G BASTIAN, MARRISA NASUTION KI KUSUMO, FERRY IRAWAN, TEGUH LEO, DIAZ THEO, H. MALIH Cameraman HALASTON Editor ANDHI PULUNG, MAULANA ISHAK, JULIANA EKO P
Music Director HERMAN LEUMANI, WIWIK SUDARNO
Basic Story KI KUSUMO
Screen Play FERRY FERNANDEZ & PKP CREATIVE
Ost The Police RESSA HERLAMBANG

FORMULIR KEMITRAAN

Klik di sini untuk pengisian formulir kemitraan usaha waralaba
Kotak Makanan Lunch Box dan Kardus Packing

Popular Posts

 
Support : Webrizal | Tutorial | My Opini
Copyright © 2009-2021. RUBY Digital Printing Pesan Jemput Antar 081385386583 - All Rights Reserved
Template Recreated by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger